05 March 2026

Get In Touch

Tak Sekadar Estetika, Mahasiswa VCD UC Dalami Desain Inklusif Lewat Simulasi Difabel

Mahasiswa VCD UC menjalani simulasi menjadi penyandang disabilitas guna memahami secara langsung tantangan aksesibilitas di lingkungan kampus.
Mahasiswa VCD UC menjalani simulasi menjadi penyandang disabilitas guna memahami secara langsung tantangan aksesibilitas di lingkungan kampus.

SURABAYA (Lentera) — Mahasiswa Program Studi Visual Communication Design (VCD) Universitas Ciputra (UC) memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperdalam riset desain berbasis empati. Melalui mata kuliah Future Design, mereka menjalani simulasi menjadi penyandang disabilitas guna memahami secara langsung tantangan aksesibilitas di lingkungan kampus.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses design research yang dikembangkan bersama Xi’an Jiaotong Liverpool University. Selama sekitar satu setengah jam, mahasiswa merasakan pengalaman keterbatasan fisik dengan menggunakan penutup mata dan telinga, kruk, tongkat bantu jalan, hingga kursi roda. 

Mereka diminta menjalani aktivitas sederhana seperti berpindah ruang, mengakses informasi visual, hingga berinteraksi di area publik kampus.

Dari simulasi tersebut, mahasiswa mencatat berbagai temuan, antara lain kesulitan navigasi ruang tanpa penunjuk arah taktil, keterbatasan akses informasi bagi pengguna dengan hambatan penglihatan dan pendengaran, serta tantangan mobilitas pada jalur yang belum sepenuhnya ramah kursi roda. 

Data dan insight yang diperoleh kemudian dianalisis untuk dirumuskan menjadi rekomendasi desain komunikasi visual, sistem informasi, hingga konsep tata ruang yang lebih inklusif.

Ketua Program Studi VCD Universitas Ciputra, Christian Anggrianto, S.Sn., M.M., Ph.D., mengatakan, empati menjadi fondasi utama dalam pendekatan future thinking.

“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap sesama. Dalam Future Design, mahasiswa belajar bahwa solusi masa depan harus berangkat dari pemahaman mendalam terhadap pengalaman manusia. Dengan merasakan langsung keterbatasan fisik, mereka memperoleh insight autentik untuk merancang desain yang inklusif dan berdampak,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, pendekatan experiential learning ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga pada fungsi sosial desain. Ke depan, hasil riset tersebut akan dikembangkan menjadi prototipe dan konsep solusi yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus maupun ruang publik yang lebih luas.

Melalui program ini, VCD Universitas Ciputra menargetkan lahirnya desainer masa depan yang tak hanya kreatif dan adaptif terhadap tren, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial serta tanggung jawab terhadap isu kesetaraan akses. 

"Di bulan Ramadan yang identik dengan refleksi dan kepedulian, pembelajaran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa desain memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif," tutupnya. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.