Masa Peralihan Musim, Anggota DPRD Minta Pemkot Gencar Sosialisasikan Pencegahan DBD dan Rabies
PALANGKA RAYA (Lentera) - Memasuki peralihan musim, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat, namun penyakit rabies juga tetap harus diwaspadai.
Terkait hal ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya untuk memperketat langkah pencegahan terhadap penyakit DBD dan rabies, yang mengancam kesehatan masyarakat.
"Untuk mencegah penyebaran kedua penyakit tersebut, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat," papar Hasan, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, dimasa peralihan musim, perkembangan nyamuk Aedes Aegypti cenderung meningkat. Karena itu ia menyarankan pihak terkait untuk melakukan fogging secara lebih masif, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat.
Sementara untuk ancaman penyakit rabies, perlu diantisipasi lewat pengawasan terhadap hewan penular, diantaranya anjing dan kucing. Karena itu hewan peliharaan, baik anjing maupun kucing, harus divaksinasi secara ruti. Selain itu, jika terjadi kasus gigitan, harus ditangani secara cepat.
"Upaya pencegahan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan, jangan sampai ada korban akibat kelalaian maupun penanganan yang terlambat," tegasnya.
Selebihnya Hasan berharap Pemkot Palangka Raya dapat meningkatkan sosialisasi hingga ke tingkat Kelurahan dan RT, serta dukungan masyarakat dengan lebih waspada dan aktif dalam menjaga lingkungan serta hewan peliharaannya masing-masing.
"Dengan kolaborasi semua pihak, kita yakin penyebaran penyakit DBD dan rabies dapat ditekan dan meminimalisir adanya korban akibat kedua penyakit tersebut," pungkasnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH





