10 March 2026

Get In Touch

Bulog Madiun Salurkan 5.835 Ton Beras dan 1.167 Kilokiter Minyak Goreng untuk Ratusan Ribu Keluarga

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyerahkan bantuan pangan kepada warga di Kota Madiun, Senin (9/3/2026).
Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyerahkan bantuan pangan kepada warga di Kota Madiun, Senin (9/3/2026).

MADIUN (Lentera) – Menjelang Idulfitri, bantuan pangan mulai digelontorkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi. Perum Bulog Kantor Cabang Madiun menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada ratusan ribu keluarga sasaran di wilayah Madiun Raya.

Total sebanyak 291.753 keluarga penerima di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi akan menerima bantuan berupa 5.835 ton beras dan 1.167 kiloliter minyak goreng.

Penyaluran bantuan tahap awal dilakukan di Kota Madiun pada Senin (9/3/2026). Distribusi dilaksanakan di 28 kantor kelurahan dengan total sasaran 14.726 keluarga penerima manfaat.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan pemerintah daerah serta ketersediaan stok.

“Untuk Kota Madiun sudah mulai disalurkan. Sementara untuk Kabupaten Madiun dan Ngawi masih menunggu hasil koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya saat penyaluran bantuan di Kelurahan Manisrejo, Kota Madiun, Senin (9/3/2026).

Agung menjelaskan data penerima bantuan telah disiapkan secara lengkap, termasuk daftar cadangan penerima. Hal ini untuk mengantisipasi jika penerima utama tidak dapat ditemui, misalnya karena meninggal dunia atau pindah domisili.

“Kelurahan sudah bisa memetakan siapa saja warganya yang menerima bantuan. Jika penerima tidak ditemukan, bisa digantikan keluarga atau warga lain yang tetap memenuhi kriteria penerima bantuan,” katanya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan program dari Badan Pangan Nasional yang bertujuan membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.

“Bantuan ini berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk setiap penerima. Ini juga menjadi upaya menjaga stabilitas inflasi di Kota Madiun,” jelasnya.

Menurut Bagus, waktu penyaluran dinilai sangat tepat karena dilakukan sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idulfitri, saat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat.

Dalam proses pengambilan bantuan, warga diwajibkan membawa Kartu Keluarga (KK), KTP, serta surat undangan yang sebelumnya telah dibagikan kepada penerima pada Jumat (6/3/2026).

Penyaluran bantuan pangan di Kota Madiun ditargetkan rampung pada Selasa (10/3/2026). Setelah itu, distribusi akan dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi. (*)

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.