SURABAYA (Lentera) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur (Jatim) mentargetkan dapat meraih suara dua digit pada Pemilu 2029 mendatang. Target tersebut setara dengan perolehan 8 kursi DPR RI dan 12 kursi untuk DPRD Jatim. Salah satu strateginya adalah merebut suara dari kalangan anak muda.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, mengatakan bahwa target tersebut merupakan amanah dari hasil Musyawarah Nasional PKS yang menetapkan capaian minimal dua digit secara nasional.
"Sebagai partai politik, PKS memiliki target yang jelas dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, baik di ranah legislatif maupun eksekutif. Target utama pada Pemilu 2029 adalah meraih suara dua digit," katanya dalamkegiatan media gathering di Kantor DPW PKS Jawa Timur, Surabaya, Rabu (11/3/2026).
Bagus menyadari bahwa saat ini perolehan suara PKS di Jawa Timur masih berada pada angka satu digit. Di mana, untuk tingkat nasional perolehan suara PKS berada di kisaran enam persen, sementara di tingkat provinsi sekitar 4,3 persen, dan di tingkat kabupaten/kota sekitar 6,2 persen.
Meski demikian, Bagus menilai bahwa target 10 persen suara di Jawa Timur pada Pemilu 2029 merupakan target yang realistis. Meskipun saat ini kompetisi politik di provinsi tersebut dikenal sangat ketat.
“Kalau di Jawa Timur kita ambil target 10 persen. Dengan kondisi politik di Jatim yang sangat kompetitif dan karakter pemilih yang beragam, menurut kami angka ini cukup realistis untuk dikejar,” jelasnya.
Bagus menambahkan, jika target tersebut tercapai maka PKS berpeluang meningkatkan jumlah kursi di DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur.
Saat ini, total kursi DPR RI yang diperebutkan di Jawa Timur mencapai 87 kursi yang tersebar di 11 daerah pemilihan. Dengan target 10 persen suara, PKS memperkirakan dapat mengamankan sekitar delapan kursi di parlemen.
“Kalau 10 persen dari 87 kursi itu sekitar 8,7 kursi. Jadi kita targetkan delapan kursi untuk DPR RI dari Jawa Timur,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKS Jatim, M Syadid mengatakan bahwa untuk meningkatkan perolehan suara yaitu dengan membidik kalangan generasi muda khususnya Gen Z.
"Karena Gen Z sama Gen Alpha ini sangat familiar dengan teknologi dan digital, akhirnya kami ada tim khusus di tim Komdigi dan tim sekretariatan ini yang memang kita merancang dari sisi content planner dulu," katanya.
Stategi untuk merangkul Gen Z adalah dengan memasifkan media sosial (Medsos) dan juga digital entrepreneur. Bahkan, akun di medsos banyak mendapat respon termasuk dari partai lain.
"Sampai kita di-follow oleh beberapa partai politik di Jatim. Setelah tahu performa kami karena tidak menggeser value, tapi ingin memperkenalkan value dengan cara Gen Z," tandasnya.
Untuk memaksimalkan medsos ini, PKS Jatim sampai merekrut beberapa influencer. Syadid mengatakan sampai mengundang narasumber dari Jakarta yangs sudah sangat familiar dengan ke-Gen Z dan generasi milenial itu.
"Akhirnya mengaku bahwa mereka itu diundang pertama kali oleh PKS. Artinya sekarang PKS menjadi partai terbuka dan sudah siap berkolaborasi. Jadi kita berusaha untuk merekrut sebanyak mungkin influencer, bahkan kami meminta content planner-nya ini semakin segmented ke pemilih pemula terutama," tandasnya.
Media medsos ini sangat sejalan dengan Gen Z dan generasi milenial saat ini. Di mana mereka sangat mengenal media sosial. Kondisi ini juga merubah cara kampanye politik yang dulunya berorasi di podium dan orasi di jalanan, tapi sekarang tinggal mscroll-scroll saja sudah dapat konten algoritma yang mungkin dicari.
Syadid mengatakan pihaknya minta khusus di Jawa Timur ini mengambil ceruk stranger, kemudian mereka engage ke kita, bahkan kita minta khusus tim ini terus FGD (Focus Group Discussion) untuk memantau itu."
"Kedua, di kami juga kita siapkan calon-calon muda insyaallah ke depan. Ada program Jatim Muda Parlemen yang insyaallah akan menyiapkan generasi milenial dan Gen Z kita untuk benar-benar siap."
Yang menjadi bidikan mereka adalah kalangan seklah maupuan pergurua tinggi karena ena anak-anak yang mungkin dari kampus, dari sekolah-sekolah yang mungkin tidak mau berpartai, akhirnya ingin memilih kita."
"Bahkan kita membuka ke publik beberapa waktu yang lalu itu ada dua kampus, hampir tiga kampus wisata ke PKS dan mereka semua Gen Z dan mereka pengen lebih dekat dengan kami dan insyaallah kita akan siapkan," pungkasnya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




