14 March 2026

Get In Touch

Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli, PSI: Semoga Pak Jokowi Semakin Dimuliakan

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026) -Kompas
Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026) -Kompas

JAKARTA (Lentera) -Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyambut baik pengakuan peneliti forensik digital Rismon Sianipar bahwa tuduhannya tentang ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) keliru total.

Raja Juli menyebut, pengakuan Rismon terhadap keaslian ijazah Jokowi membuktikan kebenaran akan menemukan jalannya sendiri.

“Kami menyambut baik pengakuan Rismon Sianipar bahwa tuduhannya bahwa ijazah Pak Jokowi palsu adalah tuduhan yang keliru total. Kebenaran akan menemukan jalan,” ujar Raja Juli dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Raja Juli mempersilakan Rismon yang ingin mengajukan restorative justice dalam kasus ijazah Jokowi.

Namun, ia menekankan bahwa aparat yang akan mengambil sikap terhadap upaya restorative justice tersebut. 

Sementara itu, Raja Juli mengatakan, kebenaran akan menemukan jalan untuk terungkap.

“Gusti Allah ora sare. Semoga Pak Jokowi semakin dimuliakan dengan kejadian ini,” imbuh dia.

Rismon minta maaf ke Jokowi

Sebelumnya, Rismon Sianipar menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi sekaligus melakukan klarifikasi terkait penelitiannya mengenai buku Jokowi’s White Paper.

Pernyataan tersebut disampaikan Rismon bersama kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, setelah menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3/2026).

"Ya, tentu (minta maaf). Ya saya pun minta maaf kepada publik gitu loh. Apalagi kepada pihak terkait seperti Bapak Jokowi," kata Rismon, Kamis.

"Itulah pertanggungjawaban seorang peneliti yang harus independen yang siap dicerca, dihina dengan narasi-narasi sesuka mereka. Meskipun narasi mereka tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah seperti saya menyajikan buku Jokowi's White Paper," kata dia.

Rismon mengaku temuan terbarunya menunjukkan tidak ada kejanggalan terhadap keaslian ijazah Jokowi, baik yang diunggah oleh Dian Sandi Utama maupun yang ditunjukkan dalam gelar perkara khusus.

"Sejak gelar perkara ditunjukkan ijazah analog dari Bapak Joko Widodo terus saya kaji lagi apa yang saya amati itu bahwa ada embos, ada watermark. Jadi embos dan watermark jadi kajian saya dan saya teliti memang tidak ada hologram," kata Rismon, mengutip dari Kompas.

"Mungkin setelah saya kaji dengan beberapa obyek ijazah lainnya di tahun yang sama dari UGM memang pada saat itu hologram memang tidak dipakai sebagai pengunci atau pengaman dalam sebuah ijazah. Jadi memang yang ada hanya watermark dan embos," ujar dia (*)

Editor:Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.