15 March 2026

Get In Touch

Libur Lebaran, Polres Malang Prioritaskan Keamanan Wisatawan

Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi. (Santi/Lentera)
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Potensi lonjakan kunjungan wisata selama libur Lebaran 2026 menjadi atensi Polres Malang. Aparat setempat menempatkan keamanan wisatawan sebagai prioritas utama. Dengan menyiagakan petugas di berbagai destinasi wisata, termasuk kawasan pantai di wilayah Malang Selatan yang kerap dipadati pengunjung.

"Di Kabupaten Malang ini banyak tempat wisata dan itu menjadi prioritas kami dalam menjamin keamanan. Petugas stand by mengawasi perilaku pengunjung," ujar Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, dikutip pada Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, ketegasan petugas di lapangan menjadi langkah penting untuk mencegah potensi kejadian gawat darurat yang dapat mengancam keselamatan wisatawan.

Terlebih pada momentum libur Lebaran, jumlah pengunjung yang datang ke berbagai destinasi wisata diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa.

Selain menempatkan personel pengamanan, pihak kepolisian juga meminta pengelola destinasi wisata untuk turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengunjung. Salah satunya dengan memasang papan peringatan keamanan yang berisi aturan serta prosedur operasional yang harus dipatuhi wisatawan.

"Targetnya adalah sepanjang libur Lebaran tidak ada insiden di tempat wisata. Ini upaya preventif dan preemtif mendorong partisipasi pengelola," katanya.

Taat menambahkan, salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus dalam pengamanan adalah kawasan wisata pantai di wilayah Kabupaten Malang bagian selatan. Area tersebut diketahui kerap menjadi tujuan favorit wisatawan, namun juga memiliki potensi risiko apabila pengunjung tidak mematuhi aturan keselamatan.

Untuk itu, Taat menegaskan pengelola destinasi wisata telah diminta menyediakan fasilitas public address atau pengeras suara yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi penting kepada pengunjung secara berkala.

Melalui sarana tersebut, menurutnya pengelola diharapkan dapat memberikan imbauan keselamatan maupun informasi kondisi area wisata kepada wisatawan setiap beberapa menit sekali.

"Kalau memang tidak boleh berenang ya jangan berenang, tetapi ketika memang diizinkan lokasinya mana saja yang aman," ucapnya.

Lebih lanjut, kepolisian juga berencana melakukan pembahasan yang lebih komprehensif bersama para pengelola destinasi wisata terkait mekanisme pengamanan selama masa libur Lebaran 2026.

Koordinasi tersebut dilakukan guna memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai standar keselamatan bagi pengunjung.

"Seluruh langkah pengamanan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar untuk mengamankan rangkaian kegiatan masyarakat selama periode Lebaran. Mulai dari mudik, berbelanja, sampai berwisata," tuturnya. (*)


Reporter: Santi Wahyu

Editor : Lutfiyu Handi 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.