18 March 2026

Get In Touch

Awal Operasi Ketupat 2026, Polisi Sebut Belum Ada Lonjakan Arus Mudik

Ilustrasi: Kendaraan keluar dari Gerbang Exit Tol Singosari menuju arah Kota Malang dan Kota Batu, Selasa (17/3/2026). (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Kendaraan keluar dari Gerbang Exit Tol Singosari menuju arah Kota Malang dan Kota Batu, Selasa (17/3/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Arus kendaraan di 3 ruas tol wilayah Kabupaten Malang mencapai 22 ribu kendaraan, pada awal Operasi Ketupat Semeru 2026.

Namun, kepolisian resor (Polres) Malang menyebut belum terlihat lonjakan arus mudik yang signifikan.

Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Polres Malang, Iptu Andi Agung mengatakan berdasarkan pantauan sejak hari pertama operasi, pada Jumat (13/3/2026), volume kendaraan masih relatif normal seperti hari biasa.

"Kalau kita lihat dari data empat hari awal Operasi Ketupat, pergerakan kendaraan masih belum menunjukkan peningkatan signifikan yang mengarah pada arus mudik. Berdasarkan data di Tol Singosari, Lawang, dan Pakis," ujar Andi Agung, ditemui di Pos Terpadu Pelayanan Karanglo, Selasa (17/3/2026).

Dirincinya, jumlah kendaraan yang keluar dari Malang atau mengarah ke Kota Surabaya, pada Jumat (13/3/2026) tercatat sebanyak 19.860 kendaraan. Angka tersebut kemudian meningkat pada Sabtu (14/3/2026) menjadi 22.044 kendaraan.

Selanjutnya, pada Minggu (15/3/2026) jumlah kendaraan tercatat sebanyak 18.873 unit, dan kembali naik pada Senin (16/3/2026) menjadi 20.823 kendaraan. 

Sementara itu, untuk kendaraan yang masuk ke wilayah Malang, baik menuju Kota Malang ataupun Kota Batu, pada Jumat tercatat sebanyak 20.939 kendaraan.

"Pada Sabtu, jumlah kendaraan masuk mencapai 22.842 unit, kemudian menurun pada Minggu menjadi 17.805 kendaraan, dan kembali meningkat pada Senin dengan jumlah 20.304 kendaraan," katanya.

Dari data tersebut, Andi menegaskan volume kendaraan yang melintas masih berada pada kisaran normal seperti hari biasanya dan belum menunjukkan pola peningkatan khas arus mudik Lebaran.

Dalam kesempatannya ini, Andi mengatakan kepadatan arus kendaraan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh pergerakan pemudik, melainkan lebih didominasi oleh aktivitas masyarakat lokal di wilayah Malang Raya.

Untuk pergerakan menuju Kota Batu, Andi menyebut kondisi lalu lintas justru cenderung normal, bahkan terpantau lebih sepi dibandingkan hari biasa.

"Ke arah Kota Batu masih dalam kondisi normal, bahkan sempat kami pantau lebih sepi dari biasanya," ungkapnya.

Sebaliknya, arus kendaraan yang mengarah ke Kota Malang menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh mobilitas warga yang menjalankan aktivitas harian selama Ramadan.

Menurutnya, pergerakan kendaraan didominasi oleh warga Malang Raya yang melakukan aktivitas seperti bekerja, berbelanja, hingga kegiatan kuliner menuju ke arah Kota Malang. 

Andi juga menyoroti, adanya peningkatan volume kendaraan pada waktu-waktu tertentu, khususnya di sore hari menjelang berbuka puasa.

"Peningkatan biasanya terjadi di sore hari, di atas pukul 16.00 WIB, baik dari arah utara maupun dari arah Kepanjen, semuanya mengarah ke Kota Malang," pungkasnya.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.