18 March 2026

Get In Touch

Ledakan Petasan di Musala Udanawu Blitar, Dua Remaja Luka Bakar 40 Persen

Lokasi musala yang mengalami ledakan akibat dua remaja meracik dan membuat petasan di Kecamatan Udanawu, Kabupatem Blitar, Selasa (17/3/2026).
Lokasi musala yang mengalami ledakan akibat dua remaja meracik dan membuat petasan di Kecamatan Udanawu, Kabupatem Blitar, Selasa (17/3/2026).

BLITAR (Lentera) – Suara ledakan petasan di mushala Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar mengagetkan warga, serta mengakibatkan dua remaja mengalami luka bakar hingga 40 persen, Selasa (17/3/2026) dini hari.

Menurut keterangan salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, Suhartoyo kalau suara ledakan terjadi sebanyak dua kali.

"Ledakannya terjadi dua kali, suaranya sangat keras seperti dentuman meriam," ujar Suharyo pada Selasa (17/03/2026).

Ia menjelaskan, pusat ledakan berada di area bagian belakang bangunan musala. Warga yang terkejut, segera berlarian keluar rumah.

"Kemudian melihat kepulan asap, serta kerusakan parah pada bagian belakanh rumah ibadah tersebut," jelasnya.

Atap bangunan bagian belakang musala hancur berantakan, seluruh kaca jendela di area tersebut pecah berkeping-keping akibat kerasnya ledakan.

Saat warga berdatangan, tampak dua orang remaja yang diduga tengah meracik dan membuat petasan di lokasi tersebut. Keduanya ditemukan dalam kondisi luka parah, serta langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat

."Ada dua orang katanya yang terluka, langsung dibawa ke rumah sakit tadi," imbuh Suharyo.

Tidak lama setelah mendapat laporan, angota Polsek Undanawu langsung mengamankan area musala dengan memasang garis polisi (police line) untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris T Lalo mengatakan pihaknya masih mendalami kejadian ledakan yang dipastikan dari petasan, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi.

"Mengenai apa pemicunya, masih belum bisa disimpulkan. Karena tim jibom masih melakukan penyelidikan," ujarnya.

Sedangkan dua orang korban luka, yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS Ananda, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.Kedua korban yaitu, ZF (16) mengalami luka bakar 35 persen, kemudian AP (19) kondisinya mengalami luka bakar hingga 40 persen.

"Dengan luka bakar di bagian wajah, dada, tangan dan kaki," ungkapnya.

Keduanya juga bukan warga Blitar, tapi dari Kediri. Sehingga warga tidak mengetahui adanya aktifitas meracik dan membuat petasan di musala, yang lokasinya memang perbatasan Kabupaten Kediri dan Blitar.

Ditambahkannya, saat ini kondisi lokasi kejadian sudah dipastikan aman meskipun masih terpasang garis polisi.

"Untuk memastikan kronologis kejadian dan pemicunya, masih menunggu keterangan dari korban yang masih menjalani perawatan," imbuhnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.