JAKARTA (Lentera) -Arus lalu lintas dari Jakarta menuju Tol Cikampek mengalami kemacetan parah pada puncak arus mudik Lebaran 2026, Rabu (18/3/2026).
Sejumlah pemudik mengeluhkan perjalanan yang jauh lebih lama dari biasanya akibat kepadatan kendaraan serta kecelakaan yang terjadi di jalur tol.
Salah satunya dialami Fauzi, pemudik asal Bekasi. Ia mengaku harus menempuh perjalanan hingga lima jam dari rumahnya di kawasan Jatibening, Bekasi, untuk mencapai Tol Cikampek.
Padahal, dalam kondisi normal, perjalanan dari Bekasi menuju Tol Jakarta–Cikampek yang berjarak sekitar 36,7 kilometer biasanya hanya memakan waktu sekitar 48 menit.
Fauzi berangkat dari rumahnya pada pukul 00.20 WIB dan baru tiba di Tol Cikampek sekitar pukul 05.30 WIB.
"Lima jam pecah rekor Jatibening-Cikampek," kata Fauzi, Rabu (18/3/2026) pagi.
Menurutnya, kemacetan panjang terjadi akibat kecelakaan beruntun yang terjadi di jalur tol tersebut.
"Kemacetan parah dari Bekasi-GT Cikampek dikarenakan ada kecelakaan beruntun," kata dia.
MBZ Macet
Ia juga menyebut kepadatan lalu lintas tidak hanya terjadi di jalur utama, tetapi juga di Tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ).
"Jalan tol MBZ juga macet parah. Itu tadi malam jam 00.20 saya jalan, sampai Tol Cikampek pagi jam 05.30 tadi," ujarnya.
Saat memberikan informasi kepada Tribunnews mengenai kondisi lalu lintas di Tol Cikampek, Fauzi mengatakan kemacetan masih terjadi hingga pagi hari.
"Sekarang masih macet," ujar dia.
Kondisi serupa juga dialami pemudik lainnya, Supriyanto, yang melakukan perjalanan dari Depok. Ia mengaku terjebak kemacetan panjang sejak Kilometer 47 hingga Gerbang Tol Cikampek.
"Saya kena macet dr Km 47 sampai Gerbang Tol Cikampek," ujar Supriyanto.
Supriyanto berangkat melalui Tol Depok–Cibitung sebelum akhirnya masuk ke ruas Tol Jakarta–Cikampek.
"Kena macet parah di Km 47-GT Cikampek," kata dia, mengutip Kompas.
Ia juga menyebut kemacetan dipicu oleh sejumlah kendaraan yang berhenti di bahu jalan serta kendaraan mogok.
"Tabrakan, saling sundul," kata Supriyanto.
One Way Nasional
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way nasional pada Rabu (18/3/2026), bertepatan dengan H-3 Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai dari ruas Tol Jakarta–Cikampek Km 70 hingga Tol Semarang–Solo KM 236.
Jika kepadatan kendaraan masih tinggi, skema one way dapat diperpanjang hingga Km 414 Kalikangkung, Semarang.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan dan operator jalan tol.
"Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri dan Dirut Jasa Marga bahwa puncak arus mudik diperkirakan tanggal 18. Jadi tanggal 18 itu nanti antara jam 10 sampai jam 12 akan kami berlakukan one way nasional arus mudik," ujar Agus kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).
Irjen Agus juga menyampaikan pembukaan resmi One Way Nasional akan dilakukan pada Rabu siang.
"Rabu siang jam 12.00 WIB, kami akan flag off One Way Nasional arus mudik mulai dari Kilometer (Km) 70 sampai KM 414 Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah," ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (18/3/2026) dini hari.
Sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara penuh, Korlantas Polri telah lebih dahulu menerapkan rekayasa lalu lintas tahap pertama sejak Rabu dini hari.
"Malam ini (Rabu dini hari) kami sudah melakukan manajemen rekayasa lalu lintas one way sepenggal tahap pertama dari Km 70 sampai Km 263. Ini dilakukan untuk memperlancar arus menuju Trans Jawa," jelasnya.
Sementara itu, lalu lintas menuju Pelabuhan Merak, Banten, dilaporkan masih relatif terkendali.
"Untuk yang menuju ke Jakarta, Cikupa sampai menyeberang ke Merak-Bakauheni sementara masih cukup terkendali, sehingga tidak kami lakukan one way untuk mengarah ke Banten," tambahnya (*)
Editor: Arifin BH




