21 March 2026

Get In Touch

Kejar Target Investasi Rp147,7 Triliun, DPRD Jatim Desak Percepatan Perizinan

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar
Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar

SURABAYA (Lentera) – DPRD Jawa Timur (Jatim) mendesak percepatan dan pembenahan layanan perizinan. Hal ini untuk mendukung pencapaian target investasi sebesar Rp147,7 triliun pada tahun 2026.

Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar, menilai kemudahan perizinan menjadi faktor krusial dalam menarik dan mempertahankan minat investor di Jawa Timur.

Menurutnya, potensi investasi di Jawa Timur sangat besar dan telah didukung langkah agresif promosi dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun, upaya tersebut harus diimbangi dengan reformasi birokrasi, khususnya dalam hal layanan perizinan.

“Potensi Jawa Timur ini besar, dan DPMPTSP juga agresif menawarkan peluang investasi. Tapi harus diimbangi kemudahan layanan perizinan. Harus ada task force khusus supaya investor yang masuk bisa menyelesaikan semua urusannya,” ungkap Abdullah, Jumat (20/3/2026).

Politisi PAN tersebut mendorong agar pemerintah provinsi segera membentuk tim khusus atau task force yang mampu mengawal proses perizinan secara cepat dan terintegrasi, sehingga tidak menghambat realisasi investasi.

“Jadi mereka tidak perlu melirik ke provinsi lain. Semua harus bisa diselesaikan di Jawa Timur. Mau tidak mau, ini harus diambil oleh Pemprov kalau ingin investasi tumbuh cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap optimistis bisa mencapai target investasi tahun 2026, meskipun di tengah dinamika geopolitik global.

Kepala DPMPTSP Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menyampaikan bahwa target investasi sebesar Rp147,7 triliun tersebut diharapkan minimal dapat menyamai capaian tahun sebelumnya.

“Targetnya di tahun 2026 ini Rp147,7 triliun. Jadi paling tidak harus melampaui atau minimal sama,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar investasi yang akan terealisasi pada tahun 2026 merupakan kelanjutan dari investor yang telah lebih dahulu menanamkan modal di Jawa Timur.

Di sisi lain, Dyah mengakui investor dengan nilai besar masih cenderung bersikap wait and see. Oleh karena itu, pihaknya mulai memberi perhatian lebih pada investor skala kecil melalui pendekatan pelayanan yang lebih intensif.

“Yang kecil-kecil kita jaga kepercayaan mereka. Kita layani dengan baik, kalau ada masalah kita selesaikan,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita/Editor:Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.