PASURUAN (Lentera) - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan selama lebih dari 2 jam, pada Selasa (24/3/2026) malam mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir hingga, Rabu (25/3/2026) pagi.
Meluapnya beberapa daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Pasuruan, membuat ribuan rumah warga di tujuh kecamatan terdampak genangan air dengan ketinggian yang bervariasi di titik terparah ketinggian mencapai 1,5 meter.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan bahwa hingga pukul 06.00 WIB, petugas masih terus melakukan pemantauan di titik-titik pemukiman yang airnya belum surut.
"Kondisi saat ini masih dalam pantauan waspada. Ada beberapa titik yang genangannya masih cukup tinggi, terutama di wilayah Rejoso dan Beji," ujar Sugeng mengutip Kompas.com, Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Rejoso menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup luas. Di Desa Sadengrejo, ketinggian air di Dusun Sadeng tercatat mencapai 80-150 sentimeter, yang memaksa 50 kepala keluarga mengungsi ke balai desa.
Kondisi serupa terjadi di Desa Kawisrejo dengan ketinggian air mencapai 110 sentimeter. Di Kecamatan Beji, genangan tinggi masih merendam Desa Kedungringin. Dusun Bahrowo, Gersikan, dan Kedungringin Tengah tercatat masih terendam air antara 80 hingga 120 sentimeter.
Selain pemukiman, akses jalan alternatif Beji-Bangil juga tergenang setinggi 50 sentimeter.
"Untuk Kecamatan Winongan, genangan masih cukup tinggi di Desa Menyarik dan Desa Penataan dengan ketinggian mencapai 80 sentimeter," tambah Sugeng.
Dari data yang ada, tujuh kecamatan dan desa yang masih terdampak banjir di yakni Kecamatan Rejoso meliputi Desa Jarangan, Toyaning, Pandanrejo, Sadengrejo, Karangpandan, Kawisrejo, Sambirejo, dan Kedungbako.
Kemudian di Kecamatan Bangil banjir masih menggenangi di Desa Tambakan, Manaruwi dan Kelurahan Kalianyar. Sedangkan di Kecamatan Beji banjir melanda Desa Beji (Dsn. Pasinan), Kedungringin, Gununggansir, Kelurahan Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang.
Selanjutnya di Kecamatan Winongan banjir terlihat di beberapa dusun di Desa Menyarik, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, Penataan, dan Bandaran.
Kemudian banjir juga melanda di Kecamatan Grati, Desa Kedawung Kulon, Dusun Kebrukan dengan ketinggian 40-100 sentimer. Sedangkan di Kecamatan Gondangwetan banjir di Desa Tenggilis terdapat terdapat 195 pengungsi, Sekarputih, dan Ranggeh.
Terakhir di Kecamatan Kraton genangan masih tersisa di Desa Tambakrejo dan Desa Sukorejo.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat kembali meningkatkan debit air sungai," pungkas Sugeng.
Editor: Arief Sukaputra




