27 March 2026

Get In Touch

Timbulan Sampah di Kota Malang Menurun Saat Lebaran

Ilustrasi:truk pengangkut sampah melewati jembatan penimbangan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. (Santi/Lentera)
Ilustrasi:truk pengangkut sampah melewati jembatan penimbangan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Timbulan sampah di Kota Malang mengalami penurunan dibandingkan hari-hari normal. Hal itu berkaitan dengan seoinya aktivitas warga, terutama mayoritas mahasiswa yang mudik selama libur Lebaran.

"Tidak ada peningkatan timbulan sampah selama Ramadan dan libur Lebaran kemarin. Malah cenderung sedikit menurun," ujar Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, Kamis (26/3/2026).

Menurutnya, karakteristik Kota Malang sebagai kota pendidikan menjadi faktor utama penurunan tersebut. Jumlah mahasiswa yang hampir sebanding dengan penduduk asli, membuat aktivitas kota sangat dipengaruhi oleh mobilitas mereka, terutama saat musim libur panjang.

"Bisa dibilang lebih dari 50 persen itu kemarin mudik, sehingga cukup mengurangi timbulan sampah," jelasnya.

Raymond memaparkan pada hari-hari normal, volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang dapat mencapai 550 hingga 600 ton per hari. Namun selama periode Lebaran, jumlah tersebut turun menjadi rata-rata sekitar 500 ton per hari.

Penurunan ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari berkurangnya aktivitas harian masyarakat. Terutama dari sektor pendidikan dan kos-kosan mahasiswa yang biasanya menjadi salah satu penyumbang sampah domestik.

Meski secara umum mengalami penurunan, DLH mencatat adanya peningkatan timbulan sampah di sejumlah titik keramaian. Kawasan wisata seperti Kayutangan Heritage serta lokasi pelaksanaan Salat Idul Fitri 1547 HIjriah kemarin, menjadi area dengan lonjakan volume sampah sementara.

Namun demikian, Raymond menegaskan kondisi tersebut telah diantisipasi oleh petugas kebersihan yang disiagakan di lapangan. DLH memastikan proses pembersihan berjalan cepat sehingga tidak menimbulkan penumpukan sampah yang berkepanjangan.

"Tidak sampai jam 10.00 WIB sudah bersih semua," tegasnya.

Sebagai contoh, di kawasan Masjid Jami’ Kota Malang, DLH menurunkan sebanyak 30 personel kebersihan yang didukung dua unit dump truck. Sementara di Masjid Sabilillah, tambahan 20 personel juga dikerahkan untuk menangani lonjakan sampah usai pelaksanaan Salat Idul Fitri.

Selain itu, di kawasan Alun-alun Merdeka yang menjadi salah satu pusat keramaian saat libur Lebaran, jumlah pengunjung memang meningkat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap timbulan sampah secara keseluruhan.

Hal ini dikarenakan DLH telah menempatkan 15 petugas kebersihan yang bekerja dalam tiga shift, sehingga proses pengangkutan dan penanganan sampah tetap berjalan normal.

"Pengunjungnya memang cukup banyak. Tetapi untuk jumlah sampahnya normal saja karena sudah ada petugas di sana," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.