02 April 2026

Get In Touch

Pansus DPRD Jatim Temukan Kelemahan Pengelolaan BUMD

Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar
Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar

SURABAYA (Lentera) – Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur masih melakukan pendalaman, terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat dan belum menetapkan waktu finalisasi rekomendasi.

Wakil Ketua Pansus BUMD DPRD Jatim, Abdullah Abu Bakar mengatakan proses pembahasan belum bisa dilakukan secara cepat, karena harus mencakup berbagai aspek termasuk manajerial.

“Belum, kami masih melakukan pendalaman. Ini tidak bisa cepat karena harus dilihat secara menyeluruh, termasuk aspek manajerial,” ungkap pria yang akrab disapa Abu, Selasa (31/03/2026).

Menurutnya, Pansus tidak hanya menyoroti aspek finansial, tetapi juga mulai mengkaji tata kelola dan manajemen BUMD dengan membandingkan kinerjanya dengan BUMD di provinsi lain.

“Kami bandingkan dengan BUMD di daerah lain. Kenapa di sana bisa lebih baik, lebih berkembang, sementara di sini belum optimal. Itu yang sedang kami dalami,” katanya.

Dari hasil sementara, Pansus menemukan masih banyak kelemahan dalam pengelolaan BUMD di Jawa Timur, terutama dalam perencanaan bisnis dan eksekusi program.

“Kesimpulan awal, pengelolaannya masih banyak yang kurang bagus. Bahkan sangat banyak yang perlu dibenahi,” tegasnya.

Ia juga menilai, sejumlah rencana yang disampaikan BUMD belum mencerminkan strategi bisnis yang matang dan cenderung hanya menggambarkan program yang sudah berjalan.

“Yang disampaikan itu bukan rencana ke depan, tapi lebih ke apa yang sudah dijalankan. Padahal yang kita butuhkan adalah strategi bisnis yang jelas,” jelasnya.

Selain itu, Abu menyoroti, rendahnya kelincahan manajemen BUMD dalam merespons peluang bisnis, yang dinilai masih berjalan secara konvensional tanpa inovasi.

“Rata-rata kurang lincah, terkesan biasa saja. Hanya menjalankan rutinitas tanpa inovasi,” terangnya.

Ia juga menyinggung, kondisi sumber daya manusia (SDM) BUMD yang justru dinilai mampu berkembang ketika berkarier di luar daerah.

“Orang-orang yang keluar dari BUMD Jatim justru bisa berkembang di luar. Artinya ada yang perlu dibenahi dari sistem dan manajemennya,” pungkasnya.

 

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.