02 April 2026

Get In Touch

Pemkot Surabaya Bangun Rusunami untuk Gen Z, Harga Mulai Rp100 Juta

Ilustrasi pembangunan Rusunami di Surabaya. (Dok. Kominfo Surabaya)
Ilustrasi pembangunan Rusunami di Surabaya. (Dok. Kominfo Surabaya)

SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan program hunian vertikal berupa rumah susun sederhana milik (rusunami) yang ditujukan khusus bagi Generasi Z (Gen Z), terutama pasangan muda yang baru menikah.

Hunian ini dirancang dengan harga terjangkau, serta fasilitas yang menyesuaikan kebutuhan keluarga muda.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengungkapkan rusunami tersebut akan dibangun di dua lokasi, yakni kawasan Tambak Wedi dan Rungkut. Proyek ini menjadi salah satu upaya Pemkot, dalam menyediakan akses kepemilikan rumah bagi warga muda Surabaya.

“Kita membuatkan rusunami untuk Gen Z yang baru menikah, terutama untuk ASN-ASN yang baru menikah dan itu orang Surabaya,” kata Eri, Kamis (2/4/2026).

Berbeda dengan rusunami pada umumnya, unit yang akan dibangun kali ini memiliki dua kamar tidur. Desain ini disesuaikan dengan kebutuhan pasangan muda yang berencana membangun keluarga.

“Jadi rusunami ini bukan yang satu kamar, tapi unitnya dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak,” jelasnya.

Selain itu, bangunan rusunami juga akan dilengkapi fasilitas lift, sehingga konsepnya menyerupai apartemen sederhana. Dari sisi harga, Pemkot menargetkan kisaran yang lebih terjangkau dibandingkan hunian vertikal komersial.

“Harganya insyaAllah di bawah Rp500 juta. Ada yang Rp100 juta, ada yang Rp200 juta, dan ini masih kita hitung,” ujarnya.

Eri mengaku, juga membuka kemungkinan pemanfaatan aset milik Pemkot untuk mendukung pembangunan hunian tersebut, terutama bagi warga Surabaya yang baru menikah.

Ia menjelaskan, rusunami berbeda dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Rusunami dibangun oleh pihak swasta dan dapat dimiliki, sedangkan rusunawa dibangun pemerintah dan hanya disewakan kepada masyarakat.

“Kalau rusunami, setelah membeli, pemilik yang merawat, termasuk fasilitas seperti lift. Kalau rusunawa, yang membangun dan memperbaiki adalah pemkot,” ucapnya.

Eri menuturkan, program ini menyasar Gen Z karena jumlahnya yang terus meningkat di Surabaya. Bahkan, ia memprediksi populasi Gen Z dapat mencapai 80 persen pada 2029.

Selain itu, penyediaan rusunami juga menjadi bagian dari strategi Pemkot dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu.

“Harapan kami, anak-anak dari keluarga yang hari ini tinggal di rusunawa bisa kami dorong untuk kuliah, bekerja, lalu mampu membeli rusunami sehingga bisa mengubah kehidupan keluarganya,” ungkapnya.

Untuk dapat membeli unit rusunami tersebut, calon penghuni harus memenuhi sejumlah persyaratan. Diantaranya merupakan warga Surabaya, berasal dari kalangan kurang mampu, serta termasuk Gen Z yang belum memiliki rumah dan baru menikah.

“Semua akan kami verifikasi, mulai dari status ekonomi hingga kepemilikan rumah,” pungkasnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.