04 April 2026

Get In Touch

Longsor Terjang 2 Kecamatan di Malang, Tutup Akses Jalan hingga Rusak Jembatan

Jembatan longsor di Kecamatan Tirtoyudo (kiri) dan akses warga terdampak longsor di Kecamatan Ampelgading (kanan), Kamis (2/4/2026). (foto:BPBD Kab. Malang)
Jembatan longsor di Kecamatan Tirtoyudo (kiri) dan akses warga terdampak longsor di Kecamatan Ampelgading (kanan), Kamis (2/4/2026). (foto:BPBD Kab. Malang)

MALANG (Lentera) - Bencana tanah longsor menerjang 2 kecamatan di Kabupaten Malang, yakni Tirtoyudo dan Ampelgading, pada Rabu (1/4/2026). Dampaknya, akses jalan nasional penghubung Malang-Lumajang tertutup material longsor, sementara 1 jembatan desa tergerus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengungkapkan kejadian pertama terjadi di Dusun Tlogorejo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tirtoyudo sekitar pukul 23.00 WIB. Longsor dipicu hujan deras yang berlangsung sejak sore hari.

"Curah hujan tinggi menyebabkan tembok penahan tanah milik warga longsor dengan panjang sekitar 4 meter dan tinggi 2 meter. Struktur dinding tidak memiliki resapan air yang memadai," ujarnya dalam laporan resmi, Kamis (2/4/2026).

Selain merusak tembok penahan tanah milik warga yang dihuni satu kepala keluarga (KK) dengan 2 jiwa, longsor juga menggerus pondasi jembatan penghubung antara RT 15 dan RT 16 di dusun setempat.

Akibat kerusakan tersebut, jembatan tidak lagi aman dilalui kendaraan roda empat maupun truk. Sadono menyebut, pondasi di sisi kanan dan kiri jembatan dilaporkan longsor dengan tinggi sekitar 4 meter dan lebar 3 meter, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

"Merespon laporan warga yang kami terima pada Kamis pagi. Tim Reaksi Cepat (TRC) diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen sejak pukul 09.20 WIB dan menyelesaikan pendataan awal sekitar pukul 10.55 WIB," katanya.

Sementara itu, bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Ampelgading yang berdampak lebih luas. Longsor dilaporkan terjadi di 2 desa, yakni Desa Simojayan dan Desa Tirtomoyo, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.00 WIB hingga malam hari.

Di Desa Simojayan, lanjut Sadono, material longsor menutup total akses jalan penghubung menuju Desa Mulyoasri. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, terutama untuk aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.

Sedangkan di Desa Tirtomoyo, longsor menutup jalan nasional yang menghubungkan Malang dengan Lumajang. Jalur tersebut merupakan akses vital antar wilayah, sehingga penutupan berdampak signifikan terhadap arus transportasi.

"Tim TRC saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen lanjutan dan berkoordinasi dengan unsur Muspika serta pemerintah desa setempat," lanjut Sadono.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam 2 kejadian tersebut, BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, khususnya di lokasi Tirtoyudo, yakni terpal dan bronjong untuk penanganan darurat serta penguatan struktur tanah.

Hingga Kamis siang, Sadono mengatakan warga di Ampelgading juga mulai melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor secara gotong royong, sembari menunggu penanganan lebih lanjut.

"Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan segera menyampaikan pembaruan informasi apabila terjadi perubahan kondisi maupun penambahan dampak dari kejadian ini," pungkasnya.


Reporter:Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.