MALANG (Lentera) - Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan mendapat sorotan dari DPRD Kota Malang, yang menilai skema tersebut berpotensi mengganggu jam belajar siswa. Karena, waktu pelaksanaan dinilai cukup lama, berisiko mengurangi durasi pembelajaran di sekolah.
"Ini bisa menjadi opsi baru. Tadi saya lihat anak-anak bisa merasakan makan bersama di aula. Tetapi ada satu hal yang menjadi perhatian, yakni tentang waktu pelaksanaan," ujar Wakil Ketua Komisi D, Suryadi, usai meninjau uji coba MBG di MIN 2 Kota Malang, Kamis (2/4/2026).
Ia mengingatkan, agar implementasi MBG dengan sistem prasmanan tidak sampai mengganggu proses belajar mengajar yang menjadi prioritas utama di sekolah. Ditegaskannya, waktu pembelajaran yang telah ditetapkan sejak pagi hari tidak boleh tersita oleh aktivitas di luar kegiatan akademik.
Menurut Suryadi, jika sistem ini nantinya diterapkan secara permanen, maka perlu ada penyesuaian waktu, termasuk kemungkinan penambahan durasi kegiatan di sekolah.
Tanpa adanya penyesuaian tersebut, Suryadi menilai akan sulit menjaga keseimbangan antara program MBG dan efektivitas pembelajaran.
"Kalau tidak ada penyesuaian, saya kira tidak bisa, karena akan menyita waktu proses belajar," jelasnya.
Dari hasil pengamatannya, pelaksanaan MBG prasmanan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Ia memperkirakan, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari persiapan hingga siswa selesai makan memakan waktu hingga satu jam.
Durasi tersebut jauh lebih lama dibandingkan waktu istirahat siswa yang umumnya hanya berkisar antara 15 hingga 30 menit. Kondisi ini, menurutnya, menjadi catatan penting yang harus segera dievaluasi oleh pihak terkait.
Lebih lanjut, Suryadi juga menyoroti mekanisme pengambilan makanan yang dilakukan secara bergiliran oleh siswa. Proses antrean ini dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan lamanya waktu pelaksanaan MBG dengan sistem prasmanan.
"Sesungguhnya ini sama seperti kantin sekolah, hanya saja dibuat prasmanan. Tinggal bagaimana manajemen waktunya diatur dengan baik," katanya.
Suryadi menekankan, pentingnya pengaturan manajemen yang matang baik dari segi waktu, alur pengambilan makanan, hingga penataan lokasi, agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif tanpa mengganggu kegiatan utama siswa.
"Karena ini masih uji coba, tentu harus menjadi evaluasi terus-menerus, apakah cocok atau tidak," pungkasnya.
Reporter:Santi Wahyu/Editor: Ais




