MALANG (Lentera) - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok (bapok) di momen Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2026 mendorong inflasi di Kota Malang mencapai 0,34 Persen pada Maret 2026.
"Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada bulan Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,34% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 0,74% (mtm)," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, dalam keterangan resminya dikutip pada Sabtu (4/4/2026).
Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Kota Malang tercatat sebesar 3,75 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Timur yang berada di level 3,79 persen, namun masih lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 3,48 persen.
Menurut Indra, kenaikan harga pada Maret 2026 terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi sebesar 0,30 persen (mtm).
Sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi, di antaranya daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, bensin 0,05 persen, minyak goreng 0,03 persen, cabai merah 0,02 persen, serta jeruk sebesar 0,02 persen (mtm).
"Kenaikan harga bahan pangan tersebut tidak lepas dari meningkatnya permintaan masyarakat selama momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idul Fitri 2026," ungkapnya.
Selain faktor pangan, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi turut mendorong inflasi. Kenaikan harga bensin terjadi seiring penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Turbo sejak 1 Maret 2026, yang dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak global.
Meski demikian, lanjut Indra, laju inflasi yang lebih tinggi berhasil tertahan oleh sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi). Komoditas tersebut antara lain emas perhiasan, angkutan udara, bawang putih, kangkung, dan sawi hijau.
Emas perhiasan menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,09 persen (mtm). Penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku masyarakat pasca Lebaran, di tengah tekanan likuiditas global yang meningkat akibat ketegangan geopolitik.
Sementara itu, tarif angkutan udara juga mengalami penurunan dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen. Hal ini didorong oleh kebijakan diskon tarif selama periode Idul Fitri sebagai stimulus dari pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Adapun harga bawang putih, kangkung, dan sawi hijau turut mengalami penurunan karena pasokan yang relatif terjaga di pasar, sehingga membantu meredam tekanan inflasi lebih lanjut.
"Secara keseluruhan, kondisi inflasi Kota Malang pada Maret 2026 menunjukkan tren yang terkendali," pungkasnya.
Editor:Santi




