05 April 2026

Get In Touch

Serangan AS-Israel Dekat Fasilitas Nuklir Iran Tewaskan Satu Orang

Citra satelit menampakkan PLTN Bushehr di Iran. (REUTERS)
Citra satelit menampakkan PLTN Bushehr di Iran. (REUTERS)

TEHERAN (Lentera) - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel di sekitar fasilitas nuklir Iran pada Sabtu (4/4/2026) dilaporkan telah menewaskan satu orang.

Mengutip dari Al Jazeera, Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency/IAEA) memastikan insiden tersebut tidak menyebabkan peningkatan tingkat radiasi.

Dalam pernyataan resminya di platform X, IAEA menyebut kondisi radiasi tetap normal berdasarkan konfirmasi dari otoritas Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr telah dibombardir sebanyak 4 kali sejak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat.

Araghchi juga mengkritik keras pihak-pihak yang terlibat serangan, dengan menilai kurangnya perhatian terhadap keselamatan fasilitas nuklir yang berpotensi menimbulkan bencana besar.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia menegaskan lokasi nuklir maupun area di sekitarnya tidak boleh menjadi target serangan militer dalam kondisi apa pun.

"Bangunan pendukung di sekitar fasilitas utama kemungkinan menyimpan peralatan keselamatan penting yang krusial dalam menjaga stabilitas operasional pembangkit. Karena itu, serangan terhadap area tersebut tetap berisiko tinggi," tulisnya dalam platform X.

IAEA juga kembali menyerukan semua pihak untuk menahan diri secara maksimal guna mencegah potensi kecelakaan nuklir yang bisa berdampak luas, tidak hanya bagi Iran tetapi juga kawasan sekitarnya.

Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) mengonfirmasi serangan tersebut merusak bangunan pendukung di area fasilitas. Meski begitu, bagian utama PLTN Bushehr dilaporkan tidak mengalami kerusakan.

Korban tewas dalam insiden ini diketahui merupakan anggota personel keamanan yang bertugas di lokasi.

Al Jazeera menyebut, PLTN Bushehr sendiri merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di Iran. Fasilitas ini berada di Kota Bushehr yang dihuni sekitar 250 ribu penduduk dan menjadi salah satu pusat strategis industri serta militer Iran.

Di sisi lain, serangan pada hari yang sama juga menyasar sejumlah fasilitas petrokimia di wilayah Khuzestan, Iran selatan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pusat energi utama negara tersebut.

Media Iran melaporkan sedikitnya 5 orang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Ledakan keras terdengar di sejumlah titik, disertai kepulan asap setelah rudal menghantam beberapa lokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Petrokimia Mahshahr.

Kompleks petrokimia Bandar Imam, yang memproduksi berbagai bahan kimia, gas petroleum cair (LPG), dan polimer, termasuk di antara fasilitas yang mengalami kerusakan akibat serangan.

Selain itu, pemerintah daerah Khuzestan menyebut perusahaan petrokimia Fajr 1 dan Fajr 2 turut menjadi target. Hingga kini, tingkat kerusakan di sejumlah fasilitas tersebut masih belum dapat dipastikan.

Dalam perkembangan lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-1 di wilayah Isfahan pada hari yang sama. Klaim ini muncul beberapa jam setelah otoritas Iran menyatakan berhasil memaksa dua pesawat tempur Amerika Serikat untuk mendarat.

Provinsi Isfahan sendiri merupakan lokasi penting yang memiliki fasilitas konversi uranium bawah tanah serta pusat penelitian nuklir.

Editor:Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.