07 April 2026

Get In Touch

Dampak Konflik Di Timur Tengah Dirasakan Pelaku Usaha Kecil Palangka Raya

Berbagai produk turunan nafta (sumber : katadata)
Berbagai produk turunan nafta (sumber : katadata)

PALANGKA RAYA (Lentera) -Dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah yang melibatkan Iran, mulai merembet hingga ke sektor ekonomi daerah, tidak terkecuali Palangka Raya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengutarakan gangguan pasokan nafta sebagai bahan utama plastik, menjadi ancaman bagi para pelaku usaha kecil.

"Hal ini bukan hanya isu global, dampaknya sudah dirasakan oleh pelaku usaha, terutama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada kemasan plastik," papar Khemal, Senin (6/4/2026).

Ia menerangkan, nafta yang merupakan turunan minyak bumi sangat bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Sehingga, ketika jalur distribusi terganggu akibat terjadinya konflik, industri Petrokimia global ikut terdampak yang memicu lonjakan harga bahan baku plastik.

Kenaikan harga plastik juga tidak bisa dianggap ringan. Dari informasi yang beredar, menunjukkan jika lonjakan harga mencapai 30 hingga 40 persen, bahkan di beberapa sektor bisa lebih tinggi.

Kondisi ini menyebabkan harga kantong plastik, cup plastik, hingga kemasan makanan seperti thinwall, menjadi naik secara signifikan.

Bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil, tentunya kondisi ini memberikan tekanan berlapis. Di satu sisi, biaya produksi meningkat akibat naiknya harga kemasan, di sisi lain, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, sehingga kenaikan harga jual akan berdampak pada menurunnya omzet.

"Pelaku UMKM dan usaha kecil berada dalam posisi sulit, jika harga dinaikkan, pembeli akan berkurang, tapi jika harga tidak dinaikkan, maka pelaku usaha akan menanggung beban berat," ungkapnya.

Ia menambahkan, ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor menunjukkan lemahnya ketahanan ekonomi lokal.

Tanpa strategi mitigasi yang jelas, setiap gejolak global akan berdampak langsung terhadap sektor usaha kecil di daerah.

Khemal meminta pemerintah daerah agar lebih responsif, mulai dari mendorong penggunaan kemasan alternatif, hingga memperkuat kebijakan perlindungan bagi UMKM. Tanpa langkah konkrit, pelaku usaha kecil akan terus menjadi pihak yang paling terdampak setiap kali terjadi krisis global.

"Kami menyarankan agar pelaku usaha kecil beralih menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai pengganti plastik, seperti bakul dari bahan purun, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam daerah," tutupnya.

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.