SURABAYA (Lentera) -Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong digitalisasi laporan kinerja bulanan guru sebagai upaya mengurangi beban administratif dan mengembalikan fokus tenaga pendidik pada proses belajar mengajar di kelas.
Eri meminta Dinas Pendidikan untuk segera mengembangkan sistem digital dalam penyusunan laporan kinerja guru. Dengan sistem tersebut, proses pelaporan diharapkan menjadi lebih efisien dan tidak menyita waktu mengajar.
Hal tersebut disampaikan Eri saat menghadiri acara halalbihalal bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP negeri dan swasta di Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya.
Eri mengapresiasi peran MKKS dan K3S yang dinilai telah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Surabaya. Namun, ia menyoroti masih tingginya beban administrasi yang harus ditanggung guru, terutama terkait laporan kinerja bulanan.
“Karena tugas utama guru adalah mendidik dan membentuk keilmuan siswa, jangan sampai waktunya habis hanya untuk membuat laporan. Ini harus diubah, jangan lagi dilakukan secara manual,” kata Eri, Rabu (8/4/2026).
Selain digitalisasi, Eri juga mendorong lahirnya inovasi di sektor pendidikan dengan melibatkan MKKS dan K3S, baik dari jenjang SD maupun SMP, negeri maupun swasta.
“Ayo menciptakan sesuatu yang baru. Saya minta Dispendik betul-betul mendukung K3S dan MKKS untuk membuat kegiatan yang bermanfaat bagi siswa di Surabaya,” katanya.
Ia menargetkan inovasi tersebut dapat mulai diwujudkan dalam waktu satu bulan ke depan. Bahkan, Eri berharap hasilnya dapat menjadi pionir dan percontohan bagi pengembangan pendidikan di tingkat nasional.
“Panjenengan semua yang menciptakan generasi penerus, pemimpin masa depan. Karena itu, saya ingin inovasi itu lahir dari para guru sendiri,” tutupnya.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH




