09 April 2026

Get In Touch

Begini Respons Menko Pangan Soal Opsi MBG Prasmanan di Kota Malang

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ditemui dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kota Malang, Kamis (9/4/2026). (Santi/Lentera)
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, ditemui dalam kunjungan kerjanya di wilayah Kota Malang, Kamis (9/4/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Opsi penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan yang telah diuji coba di Kota Malang mendapat respons dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Ia menilai, model tersebut berpotensi lebih bagus jika diterapkan karena makanan dapat disajikan dalam kondisi hangat saat dikonsumsi oleh para siswa.

"Kalau bisa itu malah lebih bagus. Makanan tersaji dalam keadaan panas atau hangat. Gak apa-apa," ujar Zulhas, ditemui usai pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (Gapembi) Jawa Timur di Kota Malang, Kamis (9/4/2026).

Uji coba penyajian MBG secara prasmanan di Kota Malang sendiri telah dilaksanakan pada Kamis (2/4/2026) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Malang.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Gadang 2, Kecamatan Sukun, Ita Herlistyawati, sebelumnya menjelaskan uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"Ini merupakan arahan langsung dari Kepala BGN melalui zoom meeting pada Jumat (27/3/2026). Kami dianjurkan, saat ada kegiatan halalbihalal di sekolah, penyajian MBG bisa dilakukan dengan skema prasmanan sekaligus sebagai uji coba," jelas Ita.

Ditambahkannya, uji coba tersebut menjadi yang pertama kali dilakukan oleh SPPG Gadang 2 Kota Malang untuk mengukur efektivitas sistem prasmanan dibandingkan metode distribusi dalam bentuk paket.

Dalam pelaksanaannya, SPPG menyiapkan sebanyak 1.300 porsi makanan prasmanan bagi peserta didik dan tenaga pendidik di MIN 2 Kota Malang. Menu yang disajikan saat itu disesuaikan dengan suasana Lebaran, antara lain ayam, krecek, sayur, tempe, telur kecap, serta es buah.

Dari sisi teknis, peserta didik dan tenaga pendidik diarahkan untuk mengantre dan mengambil makanan secara mandiri melalui lima jalur yang telah disiapkan oleh panitia.

Meski pengambilan makanan dilakukan secara mandiri, Ita memastikan proses tersebut tetap berada dalam pengawasan ketat dari tim SPPG untuk menjaga keteraturan serta kesesuaian porsi.

"Kami menyiapkan pengawas dari tim pemorsian untuk mengawasi jalannya pengambilan makanan oleh anak-anak," tambahnya.

Reporter:Santi Wahyu/Editor:Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.