11 April 2026

Get In Touch

Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Tinggi Letusan 800 Meter

Erupsi gunung Semeru pada Jumat (10/4/2026). (foto:PVMBG Semeru)
Erupsi gunung Semeru pada Jumat (10/4/2026). (foto:PVMBG Semeru)

MALANG (Lentera) - Gunung Semeru kembali erupsi dengan kolom letusan abu teramati mencapai setinggi sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut pukul 08.11 WIB, pada Jumat (10/4/2026) pagi.

Informasi tersebut disampaikan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Semeru. 

"Erupsi masih berlangsung saat laporan ini dibuat," ujar Sadono dalam keterangan resminya. 

Dalam laporan ini disebutkan, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong mengarah ke utara. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 21 mm serta durasi sementara sekitar 1 menit 39 detik.

Sadono mengatakan, hingga laporan ini disusun dari Pos Pengamanan Gunung Api Semeru, status aktivitas gunung tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan rekomendasi PVMBG Semeru, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. 

Di luar jarak tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan.

Hal itu disampaikan karena potensi perluasan awan panas guguran serta aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari pusat erupsi. 

"Selain itu, masyarakat juga diminta tidak mendekati radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung," lanjut Sadono. 

BPBD juga mengingatkan, adanya potensi ancaman awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sejumlah sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Warga di sekitar aliran sungai kecil yang terhubung juga diminta meningkatkan kewaspadaan.


Reporter:Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.