JAKARTA (Lentera) - Sejumlah negara bereaksi usai Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV. Iran hingga Italia turun tangan membela Vatikan, menyusul pernyataan Trump yang dinilai menyerang pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut.
Hal ini bermula ketika Paus Leo XIV mengkritik langkah Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menyebut ancaman terhadap rakyat Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, sekaligus menegaskan pendekatan dominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.
Pernyataan tersebut memicu respons dari sejumlah pejabat AS, termasuk kritik yang dilayangkan oleh Presiden Donald Trump.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan kecaman terhadap penghinaan yang diarahkan kepada Paus dan menegaskan dukungan moral atas nama bangsa Iran melalui unggahan di platform X.
"Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa besar Iran, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan Anda melalui Allah," ujar Pezeshkian, melansir Antara, Selasa (14/4/2026).
Dukungan serupa datang dari Kementerian Luar Negeri Iran. Juru Bicara Esmail Baghaei, menilai penghinaan terhadap Paus bukan hanya tidak sejalan dengan nilai-nilai Kristiani, tetapi juga merupakan serangan terhadap upaya advokasi perdamaian dan kemanusiaan di tingkat global.
Dari Eropa, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez turut memberikan pembelaan terbuka. Ia menyindir pihak-pihak yang mendorong konflik dan menegaskan Paus Leo XIV justru menjadi simbol keberanian dalam menyerukan perdamaian.
Sanchez bahkan menyatakan kesiapannya untuk menyambut Paus Leo XIV di Spanyol dalam beberapa pekan mendatang, sebagai bentuk penghormatan atas peran moral yang dimainkan pemimpin Vatikan tersebut di tengah ketegangan global.
Sementara itu, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni juga ikut angkat suara. Ia menilai pernyataan yang dilontarkan terhadap Paus Leo XIV tidak dapat diterima, mempertegas posisi Italia dalam mendukung otoritas moral Vatikan.
Editor: Santi



