30 April 2026

Get In Touch

ISIK Audiensi ke DPRD, Pemberdayaan Ibu Dinilai Strategis untuk Masa Depan Bangsa

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menerima audiensi ISIK.
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni menerima audiensi ISIK.

SURABAYA (Lentera) -Pimpinan DPRD Kota Surabaya menerima audiensi komunitas Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISIK), Jumat (17/4/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam membentuk kualitas generasi sekaligus menopang ketahanan ekonomi keluarga.

Audiensi diterima oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. Dalam pertemuan itu, perwakilan ISIK memaparkan sejumlah program pemberdayaan yang telah dijalankan, seperti pelatihan batik tulis, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kegiatan edukasi di lingkungan masyarakat dan pendidikan.

Fathoni mengatakan peran ibu memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial. Menurutnya, ibu tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter anak, tetapi juga menjadi penopang penting dalam ekonomi keluarga.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari peran tersebut lahir generasi penerus bangsa. Ketika ibu juga diberdayakan secara ekonomi, dampaknya akan sangat luas, baik bagi keluarga maupun masyarakat,” ujarnya usai audiensi.

Ia mengapresiasi langkah ISIK yang dinilai konsisten mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan keterampilan dan penguatan sektor UMKM. Menurutnya, gerakan tersebut berkontribusi dalam menciptakan keluarga mandiri sekaligus memperkuat struktur sosial di tingkat akar rumput.

Lebih lanjut, politisi dari Golkar iji mengaitkan pemberdayaan perempuan dengan penguatan program Kampung Pancasila yang tengah dikembangkan di berbagai wilayah di Surabaya. Ia menilai, nilai-nilai Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga.

“Kampung Pancasila tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Di dalam keluarga, ibu menjadi kunci. Ketika ibu berdaya, nilai gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial akan tumbuh secara alami,” jelasnya.

Menurutnya, komunitas seperti ISIK memiliki peran strategis dalam menghidupkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan konkret, mulai dari pelatihan keterampilan hingga penguatan ekonomi masyarakat berbasis kampung.

Karena itu, DPRD mendorong adanya kolaborasi lebih luas antara komunitas perempuan dengan Pemerintah Kota Surabaya. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan program, termasuk dalam hal pelatihan lanjutan, akses permodalan, dan fasilitasi pemasaran produk UMKM.

“Ketika ibu diberdayakan, bukan hanya ekonomi keluarga yang tumbuh, tetapi kualitas generasi masa depan juga meningkat. Ini sejalan dengan semangat Kampung Pancasila yang menempatkan keluarga sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Sementara itu, pihak ISIK berharap audiensi ini menjadi titik awal sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah. Mereka optimistis kolaborasi tersebut dapat memperluas dampak program pemberdayaan perempuan di masyarakat.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.