Menteri Haji dan Umroh Lantik 23 PPIH Embarkasi Surabaya 2026 dan Gubernur Khofifah Sebagai Koordinator
SURABAYA (Lentera) – Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf lantik 23 orang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai koordinator PPIH Embarkasi Surabaya Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4/2026).
Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf memberikan amanah pada para petugas untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jamaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat, sekaligus mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan haji.
Dia menyampaikan pelantikan PPIH Embarkasi akan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Haji dengan sepenuh hati sehingga jamaah merasakan kehadiran negara. “Itulah kenapa kami menyiapkan petugas haji sampai sebulan bahkan lebih, ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Haji. Alhamdulillah semuanya sudah siap terutama terkait dokumen yang diperlukan, semua visa jamaah haji kita sudah keluar, artinya kerja keras mereka sudah terbayar,” kata Irfan.
Dirinya menjelaskan, tahun ini Kementerian Haji dan Umrah menambah kuota Haji Lansia dan Disabilitas, tak hanya itu untuk kuota jamaah perempuan juga ditambah dikarenakan jamaah perempuan jauh lebih banyak daripada jemaah laki-laki.
“Jemaah haji perempuan lebih banyak sekitar 54 persen, selebihnya merupakan jamaah laki-laki. Sesuai data, jamaah terbesar tahun ini adalah mereka yang lulusan SD, selain itu juga mayoritas Ibu Rumah Tangga, oleh karena itu diperlukan perhatian khusus dari petugas, tentunya untuk menenangkan kekhawatiran mereka,” lanjutnya.
“Semangat pengabdian harus sama, dengan satu standar pelayanan, mutu layanan harus sama, semangat pengabdian harus sama memastikan jamaah haji Indonesia berangkat dengan aman, tenang dan terlayani dengan baik,” pungkasnya.
Sementera dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menegaskan tahun ini jumlah jemaah Haji Embarkasi Surabaya mencapai 44.087 orang. Yang terdiri dari 43.623 jamaah dan 464 petugas kloter, yang terbagi dalam 116 kloter.
Adapun jemaah tersebut, rinciannya berasal dari Jawa Timur sebanyak 42.409 jemaah, Bali sebanyak 698 jemaah, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 516 jemaah.
Para jemaah haji kloter pertama akan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo, sedangkan kloter terakhir akan diberangkatkan pada 20 Mei 2026 dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.
Ia menyebut, rangkaian penyelenggaraan tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban. Dengan demikian, tugas PPIH Embarkasi Surabaya menjadi amanah nasional, karena jamaah yang dilayani tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bali dan NTT.
“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, citra Pemerintah Provinsi Jawa Timur berada di pundak PPIH Embarkasi Surabaya. Niatkan setiap pengabdian lillahi ta’ala, insya Allah bernilai pahala,” kata Gubernur Khofifah.
“Apabila pelayanan PPIH baik, maka citra pemerintah juga baik, begitu pula sebaliknya. Maka mari kita berikan dedikasi terbaik,” tambahnya.
Maka dari itu, lanjutnya, dirinya menekankan pentingnya seluruh petugas untuk bersinergi dan berkolaborasi, saling menghargai setiap peran, serta bekerja dengan penuh dedikasi. Kami percaya, seluruh petugas haji akan memberikan pelayanan terbaikdan maksimal kepada jemaah.
“Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” imbuhnya.
Untuk itu, dirinya berharap seluruh petugas PPIH dapat melayani jamaah dengan sebaik-baiknya, melakukan inovasi dalam pelayanan, beradaptasi dengan kondisi, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat.
“Bismillah, dengan ridho Allah, semoga seluruh rangkaian proses ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar, penuh berkah, serta membawa para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” tutupnya.
Usai pelantikan, Gubernur Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI juga berkesempatan melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jamaah Haji untuk penerbangan di pesawat.
“Antisipasi makanan yang mungkin tidak suka pedas itu sudah terantisipasi sehingga ada bumbu atau sambal yang disiapkan terpisah. Jadi bisa disesuaikan selera masing-masing,” jelasnya. (*)
Editor : Lutfiyu Handi



