BATURAJA (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mendata sebanyak 1.277 rumah warga di wilayah itu terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Ogan meluap, pada Jumat (17/4/2026) malam.
"Berdasarkan hasil pendataan terakhir tercatat sebanyak 1.277 rumah terendam banjir dengan korban terdampak mencapai 5.295 jiwa. Untuk korban jiwa tidak ada," kata Kepala BPBD OKU, Januar Efendi di Baturaja mengutip Antara, Sabtu (18/4/2026).
Dia mengungkapkan, adapun wilayah terdampak banjir meliputi Desa Terusan, Tanjung Baru, Tanjung Kemala, Lubuk Batang Lama, Gunung Meraksa, Kepayang, Belimbing, Lubuk Kemiling, Kedaton, Kampai, Suka Pindah, Desa Bunglai, Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Kemalaraja, dan Kelurahan Tanjung Agung dengan ketinggian air antara 30 centimeter hingga 1 meter.
Hingga sore ini, katanya, genangan banjir di sejumlah wilayah terdampak sudah berangsur surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Hanya saja terdapat beberapa desa di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, yang masih terdapat genangan banjir meliputi Desa Bunglai, Kedaton, Kampai, Lubuk Kemiling dan Desa Suka Pindah.
"Banjir di desa-desa ini cukup parah dengan jumlah rumah warga yang terdampak mencapai 579 unit," jelasnya.
BPBD OKU menerjunkan personel untuk siaga di lokasi banjir, guna membantu warga beraktivitas menggunakan satu unit perahu karet.
"Hingga saat ini personel kami masih berada di lapangan untuk membantu mobilitas warga agar tetap dapat beraktivitas di tengah banjir," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Januar kembali mengimbau, masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa.
"Kami juga mengintensifkan pemantauan debit Sungai Ogan agar jika terjadi peningkatan dapat diteruskan peringatan dini kepada masyarakat untuk diwaspadai bersama," imbuhnya.
Editor: Arief Sukaputra




