MADIUN (Lentera) -Kebakaran melanda sebuah gudang kosong di Jalan Kerta Mulya, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Minggu petang (19/4/2026). Api pertama kali diketahui warga menjelang waktu Magrib dari ventilasi bangunan yang dalam kondisi terkunci.
Ketua RT 01/RW 01 Rejomulyo, Gunarto, mengatakan laporan awal datang dari warga sekitar. Saat ia tiba di lokasi, api masih relatif kecil namun cepat membesar.
“Saya dapat laporan sebelum Magrib. Saat sampai, api sudah ada tapi masih kecil. Kami langsung hubungi pemadam,” kata Gunarto.
Menurut dia, gudang tersebut telah lama tidak digunakan. Warga menyebut bangunan itu milik seseorang bernama Yohanes, namun tidak ada aktivitas sejak bertahun-tahun.
Pelaksana Tugas Kepala Seksi Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kota Madiun, Heru Prasetyo, mengatakan dua unit mobil pemadam dan satu tangki air dikerahkan ke lokasi, dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Objek yang terbakar merupakan gedung kosong yang diduga digunakan menyimpan kayu atau material bongkaran,” ujar Heru.
Api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke permukiman warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Api tidak sampai menjalar ke rumah warga. Situasi dapat dikendalikan,” katanya.
Heru menambahkan, dari temuan awal di lapangan, bangunan tersebut tidak memiliki instalasi listrik aktif. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kepala Kepolisian Sektor Kartoharjo, Komisaris Polisi Mujo Prajoko, mengatakan tim dari Polsek, Satuan Reserse Kriminal Polres Madiun Kota, dan Inafis masih melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Informasi warga, bangunan ini sudah tidak dipakai sejak sekitar 1990-an. Kami masih mendalami penyebab kebakaran,” kata Mujo.
Polisi belum dapat memastikan ada tidaknya unsur kesengajaan. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan setelah proses identifikasi di lokasi rampung.
Pihak pemadam kebakaran mengimbau masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api, terutama di tengah cuaca panas dan banyaknya bangunan kosong yang rawan terbakar.
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH




