20 April 2026

Get In Touch

Sinergi Warga dan Pemerintah Kembalikan Dzakwan ke Bangku Belajar

Sempat berhenti sekolah, Dzakwan kini kembali ke bangku belajar lewat PKBM.
Sempat berhenti sekolah, Dzakwan kini kembali ke bangku belajar lewat PKBM.

SURABAYA (Lentera) - Sinergi antara warga, lembaga pendidikan, dan pemerintah membuahkan hasil dalam penanganan anak putus sekolah. Dzakwan, siswa SMK swasta di kawasan Jalan Jojoran, Surabaya, yang sempat berhenti sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga, kini kembali ke bangku belajar melalui program PKBM.

"Ini menjadi perhatian bersama agar anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya tetap mendapatkan haknya secara utuh," ujar Arif Lila Wijanarka, Staf Khusus Reni Astuti anggota Komisi X DPR RI, dikutip pada Senin (20/4/2026).

Keputusan Dzakwan berhenti sekolah pada semester 2 tahun 2024 akibat tekanan ekonomi keluarga. Sejak ayahandanya wafat, Dzakwan harus bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung pendidikan adiknya.

Kondisi ini membuatnya tidak dapat melanjutkan sekolah formal. Kondisi tersebut kemudian disampaikan oleh Syaiful Arifin pengurus RT kepada Arif Lila yang akrab dengan sapaan Abah Lila, sebagai bentuk ikhtiar mencari solusi.

Tak menunggu lama, tindak lanjut dilakukan melalui kegiatan outreach langsung ke rumah Dzakwan untuk memahami kondisi riil di lapangan.

Hasilnya, Dzakwan kini telah kembali mengenyam pendidikan melalui PKBM Kusuma Jaya di Jalan Simolawang 59.

Namun demikian, masih terdapat kendala administratif karena data yang bersangkutan belum masuk dalam sistem Dapodik, yang berpotensi menghambat penerbitan ijazah saat lulus.

Koordinasi intensif telah dilakukan bersama salah satu pendidik di PKBM Kusuma Jaya, Rika, serta pihak Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang diwakili oleh bagian PKBM.

Dari hasil koordinasi, solusi yang disepakati adalah proses penarikan data dari sekolah asal ke PKBM agar dapat terdaftar dalam sistem Dapodik.

Saat ini, proses administrasi masih memerlukan persetujuan dari pihak orangtua agar seluruhnya dapat dilanjutkan secara resmi melalui sistem.

Kasus ini menjadi pengingat, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat sangat penting dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Pentingnya sinergi untuk terus bergerak mengawal pendidikan, menghadirkan harapan bagi generasi bangsa.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.