JEMBER (Lentera) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggerakkan langkah besar dalam pembenahan data kemiskinan ekstrim atau desil 1, sebanyak 22.000 aparatur sipil negara (ASN) dikerahkan serentak ke desa-desa terpencil untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap sekitar 97.000 warga yang masuk kategori desil 1 atau kelompok kesejahteraan terendah.
Kebijakan ini menjadi perhatian publik, karena dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh perangkat birokrasi daerah. Tujuannya yaknj memastikan data penerima bantuan sosial atau bansos tidak lagi keliru, tumpang tindih, atau tertinggal dari kondisi riil di lapangan.
Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan, langkah ini merupakan penguatan data dari sistem yang sudah ada seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Menurutnya, keterlibatan ASN menjadi instrumen tambahan untuk memastikan akurasi hingga tingkat rumah tangga terbawah yang tersebar di kampung, desa hingga dusun.
“Saya yakin dengan ASN yang turun langsung, data akan semakin tepat dan menyempurnakan data BPS maupun PKH,” ujar Bupati Jember Gus Fawait.
Kebijakan ini juga dilatarbelakangi kebutuhan mendesak untuk menutup celah kesalahan data yang kerap memengaruhi distribusi bantuan. Selama ini, pemerintah daerah kerap menghadapi persoalan warga miskin yang tidak terdata atau sebaliknya, penerima tidak sesuai kriteria.
Sementara dari sisi dampak publik, langkah ini diharapkan memperbaiki ketepatan sasaran bansos, mengurangi potensi kecemburuan sosial, serta memperkuat basis data pembangunan jangka panjang. Pemerintah daerah menilai, data yang valid akan menjadi fondasi utama dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Pengerahan ribuan ASN untuk verval ini meski menuai beragam respons di masyarakat, Pemkab Jember menilai pendekatan jemput bola ini lebih efektif dibanding hanya mengandalkan data administratif.
“Langkah ini bukan sekadar pendataan, tapi memastikan hak warga miskin ekstrem benar-benar sampai,” tegas Gus Fawait.
Dengan verval secara masif ini, Pemkab Jember menargetkan lahirnya satu basis data terpadu yang lebih akurat sebagai dasar kebijakan sosial ke depan.
Terpisah, dedikasi tinggi ditunjukkan oleh Siti Nurus Syamsiyah, seorang ASN Satpol PP di Kabupaten Jember. Siti mengalami insiden jatuh saat hendak melakukan verifikasi faktual (Verval) data kemiskinan di wilayah Kecamatan Sumberjambe.
Siti menceritakan, detik-detik peristiwa tersebut terjadi. Saat itu, ia tengah menuju lokasi tugas di wilayah Sumberjambe menggunakan sepeda motor roda tiga jenis Supra yang telah dimodifikasi.
Menanggapi insiden ASN bernama Siti tersebut, Pj Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman menyampaikan apresiasi sekaligus rasa terima kasih atas kerja keras para ASN di lapangan. Menurutnya, insiden ini menjadi bukti kepedulian kemanusiaam dan kinerja terbaik ASN terhadap warga miskin.
“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada semua ASN yang sudah melaksanakan verifikasi data dengan penuh sukacita dan duka di lapangan. Ini menunjukkan semangat bahwa ASN terpanggil peduli terhadap warga miskin di Jember,” ungkap Helmi.(ads)
Reporter: Moko




