JAKARTA (Lentera) - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengebut pembangunan 28.972 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan percepatan pembangunan huntap menjadi prioritas utama pemerintah, khususnya bagi warga yang kehilangan rumah akibat kerusakan berat, hanyut, atau berada di kawasan rawan bencana.
"Penyediaan hunian permanen ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi yang lebih baik pascabencana," ujar Abdul dalam keterangan resmi di Jakarta, melansir Antara, Rabu (22/4/2026).
Berdasarkan data BNPB, kebutuhan huntap terbesar berada di Aceh dengan total 18.354 unit. Sementara itu, di Sumatera Utara tercatat sebanyak 6.432 unit dan di Sumatera Barat 4.186 unit yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, mengikuti usulan dari pemerintah kabupaten/kota setempat.
Distribusi jumlah huntap tersebut mencerminkan tingkat kerusakan dan kebutuhan mendesak di masing-masing wilayah. Pemerintah pun memastikan proses pembangunan berjalan paralel dengan verifikasi data penerima agar tepat sasaran.
Lebih lanjut, Abdul menjelaskan setiap unit huntap dibangun dengan tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta ruang terbuka berupa taman kecil di bagian depan rumah.
Tidak hanya mengejar kuantitas, aspek keamanan menjadi perhatian utama. BNPB memastikan lokasi pembangunan berada di kawasan yang terbebas dari potensi banjir dan tanah longsor, guna meminimalkan risiko bencana berulang.
Selain itu, struktur bangunan dirancang tahan gempa dengan penggunaan material berkualitas, seperti bata merah, pondasi batu kali, serta penguatan tulangan besi pada dinding. Lantai rumah juga menggunakan keramik untuk menunjang kebersihan dan kenyamanan penghuni.
"Struktur bangunan dibuat kokoh agar mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat," kata Abdul.
Di sisi lain, percepatan pembangunan huntap turut diiringi dengan perbaikan infrastruktur vital di wilayah terdampak. BNPB menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pemulihan.
Upaya tersebut meliputi normalisasi sungai, rehabilitasi jembatan, hingga penguatan infrastruktur dasar sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana jangka panjang.
Editor: Santi




