23 April 2026

Get In Touch

Kerja Sunyi di Balik Gelang Haji: Dikebut, Diperiksa Ketat Sebelum Dipakai Jemaah

Proses pembuatan gelang jemaah haji. (Amanah/Lentera)
Proses pembuatan gelang jemaah haji. (Amanah/Lentera)

SURABAYA (Lentera) - Di tengah hiruk-pikuk persiapan keberangkatan ribuan jemaah haji ke Tanah Suci, ada kerja sunyi yang nyaris luput dari perhatian.

Dari sebuah ruang produksi di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), gelang identitas jemaah diproduksi secara maraton, dikebut, diperiksa ketat, dan dipastikan aman sebelum akhirnya melingkar di pergelangan tangan para tamu Allah.

Koordinator produksi gelang jemaah, Alvin, menyebut pekerjaan ini dilakukan oleh 9 pekerja asal Jepara yang bukan sekadar memenuhi target jumlah. Tetapi ada tanggung jawab yang mereka rasakan di setiap prosesnya.

"Ini bukan hanya gelang, tapi identitas jemaah selama di sana. Jadi kami pastikan semuanya rapi, kuat, dan aman dipakai," kata Alvin, Kamis (23/4/2026).

Alvin menjelaskan, proses pembuatan gelang jemaah ini dimulai dari tahap pembentukan, pencucian agar tetap bersih, pelengkeran hingga membentuk lingkaran sempurna, sampai akhirnya dikemas dan diberi karet pengaman.

Dalam kondisi normal, mereka mampu memproduksi lebih dari seribu gelang per hari. Namun ketika jadwal keberangkatan semakin dekat, ritme kerja meningkat drastis.

"Kalau besok ada pemberangkatan, bisa sampai hampir 6.000 gelang dalam sehari," kata Alvin.

Di tengah target yang tinggi, mereka tetap bekerja dengan ketelitian. Sekitar 100 gelang bisa diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit, termasuk proses stempel data penting seperti nama jemaah, nomor kloter, hingga paspor.

Para pekerja tersebut rela meninggalkan kampung halaman untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan data identitas, sebagai penanda penting selama ibadah di Tanah Suci.

Meski bekerja hingga sekitar 10 jam sehari, suasana kebersamaan di antara para pekerja menjadi penguat. Sesekali mereka harus menghadapi risiko kecil, seperti tersengat aliran listrik ringan dari alat stempel, namun hal itu tidak menyurutkan semangat mereka.

"Sudah biasa, yang penting tetap hati-hati," ujarnya sambil tersenyum.

Gelang yang mereka buat menggunakan bahan stainless steel setebal 1,4 milimeter. Material ini dipilih bukan tanpa alasan, tahan karat, tahan panas, dan tidak menimbulkan iritasi, sehingga aman digunakan dalam berbagai aktivitas ibadah, termasuk saat mandi.

Desainnya pun sederhana namun fungsional. Lubang-lubang pada gelang memungkinkan jemaah menyesuaikan ukuran dengan nyaman. 

"Untuk gelangnya bisa disesuaikan dengan pergelangan jemaah," tambahnya.

Setelah selesai diproduksi, gelang akan dibagikan kepada jemaah saat memasuki asrama haji, menjadi salah satu perlengkapan penting sebelum keberangkatan.

Bagi para pekerja, mungkin mereka tidak ikut berangkat ke Tanah Suci. Namun lewat gelang yang mereka buat, ada bagian kecil dari kerja mereka yang ikut menyertai perjalanan suci para jemaah. "Harapannya sederhana, semoga jemaah nyaman dan ibadahnya lancar," tutupnya.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.