SURABAYA (Lentera) -Menempuh jarak ribuan kilometer merupakan langkah para pejuang Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) - Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 untuk menggapai mimpi.
Di tengah pelaksanaan ujian di Universitas Airlangga (Unair), hadir kisah-kisah perjuangan dari peserta luar pulau yang datang dengan harapan besar.
Salah satunya adalah Kesya Arnelita Ilham, siswi MAN 1 Kendari, Sulawesi Tenggara. Demi mengikuti UTBK di kampus impiannya, ia rela menempuh perjalanan udara selama kurang lebih delapan jam menuju Surabaya, sebuah kota yang sebelumnya belum pernah ia kunjungi.
“Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Surabaya. Saya sangat senang bisa mengikuti UTBK di Unair karena ini adalah kampus impian saya,” ujar Kesya dikutip Jumat (24/4/2026).
Selama berada di Kota Pahlawan, Kesya tinggal di rumah sang nenek. Kehangatan keluarga menjadi tempatnya menenangkan diri di tengah tekanan ujian yang menentukan masa depan.
Kesya tidak datang tanpa persiapan. Sejak awal kelas XII, ia sudah menata langkahnya dengan mengikuti bimbingan belajar dan rutin mengerjakan try out secara daring. Baginya, perjalanan jauh ini bukan hanya tentang ujian, tetapi juga tentang pengalaman hidup yang tak terlupakan.
Dalam seleksi tersebut, ia memilih program studi ekonomi dan keperawatan, dua bidang yang mencerminkan cita-cita dan kepeduliannya terhadap masa depan.
Saat hari ujian tiba, rasa tegang yang sempat muncul perlahan tergantikan oleh kenyamanan fasilitas yang disediakan kampus. Ia mengaku dapat mengerjakan soal dengan tenang tanpa kendala berarti.
“Fasilitasnya nyaman banget, dan selama ujian tidak ada masalah. Dukungan dari keluarga juga sangat membantu saya tetap semangat,” tuturnya.
Bagi Kesya, perjalanan ini adalah bukti bahwa
mimpi memang layak diperjuangkan, sejauh apa pun jaraknya. Ia pun berbagi pesan sederhana namun bermakna bagi sesama pejuang UTBK.
“Jangan menyerah. Tetap semangat belajar dan sering latihan try out,” pesannya.
Di balik hiruk-pikuk pelaksanaan UTBK, kisah seperti Kesya menjadi pengingat bahwa setiap lembar jawaban menyimpan cerita perjuangan tentang harapan, pengorbanan, dan keyakinan untuk masa depan yang lebih baik.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH




