25 April 2026

Get In Touch

Penjual Cilok Berusia 85 Tahun Ini Jadi Salah Satu Jemaah Haji Tertua

Mislicha Kasib jemaah haji berusuai 85 tahun asal Kota Pasuruan.
Mislicha Kasib jemaah haji berusuai 85 tahun asal Kota Pasuruan.

SURABAYA (Lentera) - Meski hanya sebagai penjual cilok dan sudah berusia 85 tahun, namun Mislicha Kasib asal Kota Pasuruan ini tetap bertekat untuk bisa menunaikan rukun Islam kelima yaitu beribadah haji. Dengan berbagai upaya tersebut, Mislicha menjadi salah satu jemaah tertua tahun ini yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 10 Embarkasi Surabaya.

Rasa syukur terpancar dari Mislicha tiba yang di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada Kamis (23/4/2026) dan dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Jumat (24/4/2026) pukul 20.20 WIB bersama jemaah kloter lainnya.

Meski sudah berusia lanjut, untuk mewujudkan keinginannya itu, Mislicha yang penjual cilok keliling di wilayah Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan ini menunjukkan semangat luar biasanya. Dari usaha sederhana tersebut, ia secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung sebagai biaya haji dalam mewujudkan rukun Islam kelima.

Dari keterangan saat didampingi petugas AHES pada Jumat (24/4/2026), Mislicha mengatakan setiap hari mampu menghasilkan sekitar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu. Kemudian dia menabung antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu setiap hari. Selain itu, ia juga mengikuti arisan sebagai salah satu upaya tambahan dalam mengumpulkan biaya. Ketekunan tersebut mengantarkannya mampu melakukan pendaftaran haji pada tahun 2017 dengan setoran awal sebesar Rp25 juta.

Dalam sehari hari dia mengatakan bahwa membesarkan delapan anak seorang diri setelah ditinggal wafat suami. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk tetap berusaha dan menabung demi mewujudkan impian berhaji.

"Dalam pelaksanaan ibadah haji ini saya didampingi putri saya Mariatul Kibtiyah, yang mendaftar haji pada tahun 2020," katanya.

Mariatul Kibtiyah (35) bisa mendampingi ibunya melalui skema penggabungan mahram untuk dapat membantu kelancaran ibadah, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

Di satu sisi, Embarkasi Surabaya terus berkomitmen memberikan pelayanan optimal kepada seluruh jemaah, termasuk jemaah lanjut usia, agar dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.