25 April 2026

Get In Touch

Biaya Operasi Militer AS ke Iran Melonjak hingga Rp1.000 Triliun

Asap membumbung dari sebuah permukiman di Lebanon selatan, tempat militer Israel beroperasi meskipun ada gencatan senjata, Rabu (23/4/2026). (foto: ist/Al Jazeera).
Asap membumbung dari sebuah permukiman di Lebanon selatan, tempat militer Israel beroperasi meskipun ada gencatan senjata, Rabu (23/4/2026). (foto: ist/Al Jazeera).

WASHINGTON (Lentera) - Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran melonjak hingga 61 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp1.000 triliun.

Angka fantastis ini terungkap dari pemantauan real-time Iran War Cost Tracker, mengutip Antara, Sabtu (25/4/2026).

Data yang dirilis Iran War Cost Tracker menunjukkan pengeluaran militer AS terus bertambah seiring pengerahan personel, kapal perang, dan berbagai kebutuhan logistik selama operasi berlangsung.

Dalam metodologi perhitungannya, portal itu merujuk pada laporan resmi Pentagon kepada Kongres AS. Disebutkan, 6 hari pertama operasi militer telah menghabiskan dana sebesar 11,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp194 triliun.

Selain itu, pengeluaran tambahan diperkirakan mencapai 1 miliar dolar AS per hari atau setara Rp17 triliun, yang mencakup biaya operasional lanjutan seperti logistik, pemeliharaan alat utama sistem senjata, hingga kebutuhan pasukan di lapangan.

Konflik memanas sejak 28 Februari 2026, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban sipil.

Memasuki awal April, tepatnya pada 7 April 2026, Washington dan Teheran sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 2 pekan.

Namun, upaya diplomasi lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan konkret. Perundingan berakhir tanpa titik temu.

Pada Selasa (21/4/2026), Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata akan diperpanjang, meskipun langkah blokade tetap berjalan.

Sehari berselang, Trump juga membuka peluang adanya pembicaraan damai dengan Iran dalam waktu dekat. Ia menyebut negosiasi "mungkin" dapat dimulai dalam rentang 36 hingga 72 jam.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.