YOGYAKARTA (Lentera) - Polisi tengah mengusut dugaan penganiayaan terhadap anak-anak di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yang sempat menggegerkan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Melansir Detik, informasi awal mengenai peristiwa tersebut diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan itu disebutkan lokasi daycare yang diduga menjadi tempat terjadinya penganiayaan telah dipasangi garis polisi.
Unggahan tersebut langsung memicu perhatian warganet. Disebutkan, kasus ini menjadi viral setelah para orang tua mengungkap pengalaman mereka melalui berbagai platform digital, termasuk media sosial dan ulasan di Google Maps.
Sejumlah kesaksian orang tua mengindikasikan adanya perlakuan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh pihak pengelola daycare. Dugaan tindakan kekerasan yang disebutkan pun cukup serius.
Dalam narasi yang beredar, anak-anak diduga mengalami tindakan seperti diikat, diseret, hingga dipukul.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan telah turun tangan menindaklanjuti laporan tersebut. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian pada Jumat (24/4/2026) sore.
"Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja telah melakukan penggerebekan di sebuah tempat penitipan anak di wilayah Umbulharjo," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Adrian menjelaskan, pihaknya menduga terdapat oknum pengelola daycare yang melakukan tindakan yang mengarah pada penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.
Menurutnya, dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki mencakup perlakuan diskriminatif terhadap anak, hingga dugaan penelantaran dan kekerasan.
"Yang diduga kuat adalah adanya perlakuan salah terhadap anak, termasuk kemungkinan penelantaran atau kekerasan," tegasnya.
Editor: Santi




