25 April 2026

Get In Touch

56 Kloter Jemaah Haji RI Diberangkatkan, 17 Ribu Lebih Sudah di Madinah

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam konferensi pers pada Sabtu (25/4/2026). (foto: Tangkapan layar kanal Youtube Kemenhaj RI)
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam konferensi pers pada Sabtu (25/4/2026). (foto: Tangkapan layar kanal Youtube Kemenhaj RI)

JAKARTA (Lentera) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat sebanyak 56 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Arab Saudi dalam rangka pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini sebanyak 17 ribu lebih jamaah dilaporkan telah berada di Madinah.

"Alhamdulillah hingga hari ini 24 April 2026 jumlah jemaah haji yang telah berangkat ke Arab Saudi ini total ada 56 kloter dengan jumlah 22.051 jemaah," ujar Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam keterangannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenhaj, Sabtu (25/4/2026).

Maria menyebutkan, hingga saat ini sebanyak 17.747 jemaah dari 45 kloter telah tiba dan berada di Madinah, Arab Saudi. "Sementara itu sebanyak 17.747 jemaah dari 45 kloter telah tiba di Madinah Arab Saudi," lanjutnya.

Kedatangan jemaah di Madinah menjadi tahap awal sebelum mereka melanjutkan perjalanan ibadah ke Makkah untuk menjalankan rangkaian utama haji. Pemerintah memastikan seluruh proses berjalan bertahap sesuai jadwal keberangkatan masing-masing kloter.

Di sisi lain, Kemenhaj juga menyoroti kondisi cuaca di Arab Saudi yang mulai menunjukkan suhu cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi kesehatan para jemaah, terutama mereka yang baru tiba di Madinah.

Maria mengingatkan, suhu di Madinah pada periode ini diperkirakan dapat mencapai 36 derajat celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen.

"Kami juga tentunya perlu mengingatkan bagi jemaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah bahwa cuaca di Madinah hari ini diperkirakan bisa mencapai 36 derajat celsius dengan tingkat kelembapan 25 persen," kata Maria.

Pemerintah mengimbau agar seluruh jemaah menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci. Langkah sederhana seperti memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan pelindung kepala, serta mengatur waktu istirahat dinilai penting untuk mencegah dehidrasi dan kelelahan.

Selain itu, jemaah juga diminta tidak memaksakan diri dalam beraktivitas ibadah di luar kemampuan fisik, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Kemenhaj menegaskan pendampingan dan layanan kesehatan terus dioptimalkan di setiap kloter untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, proses keberangkatan jemaah haji Indonesia masih akan terus berlangsung hingga 21 Mei 2026. Setelah fase keberangkatan, pemerintah juga telah menyiapkan tahap pemulangan jemaah yang akan dimulai pada 1 Juni hingga 1 Juli 2026 mendatang.

Editor: Santi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.