15 May 2026

Get In Touch

Sebanyak 26.931 Jemaah Haji dari Embarkasi Surabaya Telah Berangkat ke Tanah Suci

Ketua PPIH Embarkasi Surabya, Mohammad As’adul Anam.
Ketua PPIH Embarkasi Surabya, Mohammad As’adul Anam.

SURABAYA (Lentera) - Embarkasi Surabaya per Minggu (10/5/2026) pukul 10.00 WIB, telah memberangkatkan sebanyak 26.931 jemaah haji dan petugas ke Tanah Suci. Keberangkatan tersebut telah mencapai 61 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.

Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-20 atau pada Minggu (10/5/2026) terus berjalan tertib dan lancar. Total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang, terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).

Secara kumulatif hingga Sabtu (9/5/2026), sebanyak 25.794 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dalam 68 kloter. Pada Minggu (10/5/2026) terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.137 orang dari tiga kloter, yakni SUB 69, SUB 70, dan SUB 71, sehingga total kumulatif pemberangkatan mencapai 26.931 orang dalam 71 kloter.

Berdasarkan komposisi jenis kelamin, jumlah jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan terdiri atas 12.525 laki-laki dan 14.406 perempuan.

Ketua PPIH Embarkasi Surabya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan dalam pelaksanaan operasional, tercatat sebanyak 112 mutasi keluar yang memengaruhi komposisi manifest keberangkatan jemaah. Mutasi keluar tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 22 jemaah sakit di Rumah Sakit Haji, 1 jemaah dengan kondisi hamil, 10 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 25 jemaah tunda keberangkatan dari daerah, 2 jemaah tunda Macca Road, 31 kursi kosong karena praman kosong, 2 perpindahan nomor urut, serta 19 perpindahan kloter.

Dari total 112 mutasi keluar tersebut, sebanyak 63 kursi berhasil diisi kembali melalui mekanisme mutasi masuk yang terdiri atas 25 jemaah dari daftar belum berkloter dan 38 jemaah dari kloter lain yang dialihkan untuk mengisi kekosongan kursi. Dengan demikian, sisa kursi kosong (open seat) dapat ditekan menjadi 53 kursi.

“PPIH terus melakukan optimalisasi pengisian kursi kosong agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan operasional pemberangkatan berjalan efektif,” tambah Mohammad As’adul Anam.

Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seluruh 71 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

Di satu sisi, dia juga menyebutkan jumlah jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya tercatat sebanyak 11 orang, terdiri atas 8 jemaah sakit dan 3 pendamping. Sebagian jemaah masih menjalani observasi kesehatan dan menunggu ketersediaan kursi kosong untuk diberangkatkan pada kloter berikutnya.

Pada fase pertama pemberangkatan ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak dari Kloter 17 Kabupaten Malang dengan usia 98 tahun.

PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat rencana kedatangan jemaah ke asrama pada 11 Mei 2026 sebanyak 1.900 orang dalam lima kloter yang berasal dari Kabupaten Sumenep, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kota Surabaya.

Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Embarkasi Surabaya akan terus menjaga kualitas pelayanan agar seluruh proses operasional pemberangkatan berjalan aman, nyaman, dan lancar hingga akhir masa operasional embarkasi. (*)

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.