Lewat FBIM, Ketua DPRD Palangka Raya Harapkan Generasi Muda Cinta dan Kenali Budaya Lokal
PALANGKA RAYA (Lentera) - Generasi muda di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) diharapkan menjadikan ajang Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026, yang resmi dibuka pada 17 Mei, sebagai motivasi untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian budaya daerah.
Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, yang berharap semua penampilan budaya maupun kegiatan lainnya, yang ditampilkan oleh sejumlah perwakilan daerah di Kalteng, dapat berjalan dengan baik, hingga ditutup pada 24 Mei nanti.
"Ajang FBIM selain sebagai wadah untuk menampilkan dan menyalurkan kreatifitas seni daerah, juga ditujukan untuk memotivasi generasi muda menjaga dan mencintai budaya daerah," papar Subandi, Senin (18/5/2026).
Ia melanjutkan, kontingen Kota Palangka Raya akan tampil membawakan fragment teatrikal bertajuk Manajah Antang Lewu Gadung Batu. Penampilan ini akan dipadukan dengan miniatur Rumah Betang yang menggambarkan identitas serta semangat kebersamaan masyarakat Dayak.
Atraksi budaya yang ditampilkan juga menghadirkan simbol burung antang sebagai lambang keberanian, kekuatan, dan harapan akan keberhasilan.
"Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan generasi muda bisa semakin mengenal, mencintai, dan berperan dalam melestarikan budaya daerah agar tidak hilang terkikis perkembangan zaman," ucapnya.
Menurut Subandi, keterlibatan generasi muda dalam setiap penampilan budaya menjadi hal penting dalam menjaga keberlangsungan warisan leluhur. Kreativitas yang ditampilkan juga mampu memperkuat identitas budaya daerah.
Ia menambahkan, selain menjadi ajang pelestarian budaya, FBIM juga diyakini mampu mempererat persatuan masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
"Semoga semangat menjaga budaya terus diwariskan kepada generasi berikutnya, agar budaya daerah tetap lestari dan dikenal secara nasional, bahkan sampai mancanegara," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Santi



