18 May 2026

Get In Touch

Baru Buka 10 Hari, Pedagang Sapi di Kota Malang Sudah Jual 75 Ekor

Lapak sapi kurban di Jalan Terusan Sulfat, Kota Malang, Senin (18/5/2026). (Santi/Lentera)
Lapak sapi kurban di Jalan Terusan Sulfat, Kota Malang, Senin (18/5/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Baru 10 hari membuka lapak penjualan hewan kurban di Jalan Terusan Sulfat, Kota Malang, pedagang sapi, Muhammad Sufi berhasil menjual 75 ekor sapi Madura.

"Sudah laku 75 ekor. Sekarang tinggal tujuh ekor yang tersedia di lapak, tetapi stok keseluruhan masih aman karena total yang kami siapkan ada 100 ekor," ujar Sufi saat ditemui di lokasi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, antusiasme masyarakat untuk membeli sapi kurban tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Pada Idul Adha 2025, dirinya hanya mampu menjual sekitar 50 ekor sapi. "Tahun kemarin lakunya 50 ekor. Sekarang sudah mencapai 75 ekor, penjualannya lebih bagus," katanya.

Lonjakan penjualan tersebut bahkan sudah terlihat sejak hari pertama lapak dibuka pada 8 Mei 2026. Dalam sehari, sebanyak 24 ekor sapi langsung terjual. "Sejak awal buka sudah ramai. Hari pertama saja langsung laku 24 ekor. Setelah itu rata-rata penjualan lima sampai tujuh ekor per hari," ungkapnya.

Sufi menjelaskan, sapi yang dijual di lapaknya merupakan sapi lokal Madura yang memiliki karakteristik khas, seperti kulit tipis, tulang kecil, kepala kecil, serta daging yang padat dan kesat.

Harga sapi yang ditawarkan juga bervariasi, mulai dari Rp16 juta hingga Rp39 juta per ekor. Untuk kebutuhan masjid dan panitia kurban, konsumen umumnya memilih sapi dengan kisaran harga Rp20 juta hingga Rp25 juta. "Kalau untuk masjid, biasanya ambil di harga Rp20 juta, Rp23 juta, atau Rp25 juta," tuturnya.

Pembeli sapi di lapak tersebut tidak hanya berasal dari Kota Malang. Menurut Sufi, konsumen juga datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Gresik, Lumajang, Pasuruan, hingga Pandaan.

Untuk memudahkan transaksi, Al-Firdhaus Qurban melayani pembelian secara langsung maupun daring melalui platform TikTok. Namun, mayoritas konsumen masih memilih datang langsung ke lapak untuk melihat kondisi sapi.

Selain itu, seluruh sapi yang dijual telah dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan serta kalung identitas atau ear tag sebagai penanda resmi. "Semua sapi sudah ada surat kesehatan dari Dinas Peternakan," tegasnya.

Sufi menambahkan, semakin dekat dengan Idul Adha, permintaan terus meningkat. Untuk mengantisipasi lonjakan pembelian, ia bahkan kembali mendatangkan dua truk sapi tambahan dari Madura.

"Kalau sudah mendekati Idul Adha, penjualannya semakin tinggi. Karena itu kemarin kami mendatangkan dua truk lagi," pungkasnya.

Reporter: Santi Wahyu

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.