21 May 2026

Get In Touch

Pemkot Palangka Raya Buktikan Lahan Gambut Tidak Jadi Halangan Kembangkan Pertanian

Wakil Wali Kota Palangka Raya (tengah) hadiri giat panen padi, sorgum, penanaman serta pembagian bibit cabai
Wakil Wali Kota Palangka Raya (tengah) hadiri giat panen padi, sorgum, penanaman serta pembagian bibit cabai

PALANGKA RAYA (Lentera) - Wilayah Kalimantan Tengah ditutupi dengan lahan gambut yang memiliki tingkat keasaman rendah. Namun tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan sektor pertanian.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan keterbatasan lahan di wilayah Kota Palangka Raya tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan sektor pertanian, bahkan menjadi tantangan tersendiri.

"Salah satu langkah sebagaimana dilakukan DPKP Kota Palangka, yaitu memanfaatkan lahan di lingkungan perkantoran menjadi area pertanian sekaligus lahan percontohan bagi masyarakat," papar Zaini, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, selama ini ada anggapan dengan kondisi tanah tersebut, akan sulit ditanami komoditas pangan seperti padi, sorgum, maupun cabai, karena lahan gambut mempunyai tingkat pH tanah yang rendah.

Pemkot Palangka Raya ingin membuktikan dengan upaya bersama dan pengelolaan yang tepat, lahan gambut di wilayah Kota Palangka Raya tetap bisa dimanfaatkan untuk pertanian.

Zaini menjelaskan, padi gogoh sendiri merupakan jenis padi lahan kering yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan.

Ia melanjutkan, secara normal hasil panen padi gogoh dapat mencapai sekitar empat ton. Tapi disebabkan kondisi tanah gambut dan rendahnya tingkat keasaman di sebagian besar wilayah Kalteng, berdampak pada hasil produksi yang belum maksimal.

“Pada kondisi tanah biasa, panen bisa mencapai sekitar empat ton, namun mengingat kondisi lahan gambut, pH tanah rendah, dan beberapa faktor lainnya, produktivitas lahan belum bisa mencapai hasil maksimal,” pungkasnya.

 

Reporter: Novita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.