GRESIK (Lentera) – Perkumpulan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Gresik menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan Kalimireng, Desa Manyarsidomukti, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen para insinyur di Kabupaten Gresik untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mengawal pembangunan industri yang berkelanjutan dan bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Ketua Pengurus PII Cabang Gresik, Awang Djohan Bactiar, menyampaikan bahwa program hilirisasi industri yang dicanangkan Pemerintah melalui program Asta Cita akan mendorong tumbuhnya berbagai industri baru yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Namun di sisi lain, pengembangan sektor industri juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah konkret untuk menjaga kelestarian lingkungan.
"Hilirisasi industri akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, seiring bertambahnya aktivitas industri, upaya pelestarian lingkungan harus terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi kawasan pesisir dan penanaman mangrove seperti yang kita lakukan ini," ujar Awang.
Ia menambahkan, mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, menyerap karbon, serta menjadi habitat bagi berbagai biota laut. Karena itu, keberadaan mangrove perlu terus dijaga dan ditingkatkan melalui keterlibatan berbagai pihak.
Melalui kegiatan ini, PII Gresik berharap dapat mendorong semakin banyak kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Sehingga pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi kesejahteraan masyarakat dan generasi mendatang.
"Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi semakin banyak stakeholder di Gresik untuk turut berkontribusi menjaga lingkungan. Dengan demikian, pertumbuhan industri yang lahir dari program hilirisasi tidak hanya menghasilkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang," ujar Awang.
Wakil Ketua PII Cabang Gresik Ali Yusa mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi antara PII Gresik dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, PT Peti Kemas Surabaya yang memberikan bantu bibit mangrove, dan perusahaan lain, BKTI PII Jawa Timur, perguruan tinggi, hingga berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan pesisir. Selain itu juga melibatkan masyarakat pesisir sehingga dampak baik dari penanaman mangrove ini bisa dirasakan berkelanjutan.
Kegiatan revitalisasi pesisir ini merupakan kegiatan kedua yang digelar PII Gresik setelah pelaksanaan perdana pada tahun 2025. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi nyata para insinyur dalam mendukung upaya konservasi lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem pesisir di Kabupaten Gresik. Selain itu juga menjadi aksi nyata insinyur dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Sekretaris DLH Kabupaten Gresik, Syamsul yang hadir dalam penanaman mengapresiasi inisiatif PII Gresik yang konsisten melakukan penanaman mangrove sebagai upaya menjaga kawasan pesisir. Menurutnya, kolaborasi yang melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian lingkungan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi stakeholder di Kabupaten Gresik untuk turut berkontribusi dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Semakin banyak stakeholder yang berperan aktif, lanjutnya, upaya menjaga lingkungan akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dan berkelanjutan bagi Kabupaten Gresik.
"Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak," kata Syamsul (*)
Reporter: Asepta|Editor: Arifin BH



