SURABAYA (Lentera) -Kementerian Agama dan Muhammadiyah menetapkan awal Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Momentum pergantian tahun penanggalan Islam tersebut akan dimulai sejak tibanya waktu Magrib pada Senin, 15 Juni 2026.
Ketetapan dari Kementerian Agama tersebut didasarkan pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Kalender resmi ini menjadi acuan utama untuk berbagai agenda keagamaan nasional di tanah air.
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal bulan Muharram melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Metode hisab astronomi ini menerapkan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh umat Islam di dunia.
Berbeda dengan skema tersebut, Nahdlatul Ulama memilih untuk mengombinasikan metode hisab dengan mekanisme rukyatul hilal. Keputusan final mengenai awal tahun baru dari organisasi keagamaan ini baru akan diumumkan setelah proses pemantauan hilal selesai dilaksanakan menjelang pergantian bulan.
Meski ada potensi perbedaan metode, data hisab astronomi saat ini menunjukkan tidak ada indikasi perbedaan tanggal yang signifikan antar-otoritas keagamaan. Bulan Muharram sendiri merupakan bulan pertama dalam kalender Islam dan tergolong sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan.
Umat Islam juga dianjurkan menjalankan amalan sunnah berupa puasa Tasu'a pada 9 Muharram serta puasa Asyura pada 10 Muharram. Berdasarkan perhitungan kalender tahun ini, kedua ibadah puasa tersebut diperkirakan jatuh pada tanggal 24 dan 25 Juni 2026.
Terkait hari libur Nasional, pemerintah menegaskan tidak ada cuti bersama yang mengapit hari besar keagamaan ini. Ketentuan tersebut diatur melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025.
Karena Senin, 15 Juni 2026, bukan merupakan hari libur maupun cuti bersama, seluruh instansi pemerintah, sekolah, dan perusahaan swasta tetap beroperasi normal. Sesi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia juga berjalan penuh sesuai jadwal reguler.
Meski demikian, Bursa Efek Indonesia secara resmi akan menutup aktivitas perdagangan pada Selasa, 16 Juni 2026, dalam rangka hari libur bursa memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah. Pasar saham nasional dijadwalkan akan kembali beroperasi normal pada Rabu, 17 Juni 2026 (*)
Editor: Arifin/berbagi sumber





