13 October 2026

Get In Touch

Sejak 2023, Hampir 200 Ribu Warga AS Kehilangan Pekerjaan Akibat AI

Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). (foto:ist/Ant)
Ilustrasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). (foto:ist/Ant)

WASHINGTON (Lentera) - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah menyebabkan hampir 200.000 orang di Amerika Serikat (AS) kehilangan pekerjaan sejak 2023, dengan lebih dari 60 persen pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut terjadi pada tahun ini.

Menurut perhitungan RIA Novosti, berdasarkan data perusahaan konsultan ketenagakerjaan dan manajemen sumber daya manusia AS, Challenger, Gray & Christmas mengutip Antara, Selasa (13/10/2026).

Sejak 2023, AI menjadi alasan PHK terhadap hampir 192.000 pekerja di AS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120.100 orang kehilangan pekerjaan pada Januari-September tahun ini, atau setara dengan 21 persen dari seluruh PHK di negara itu sepanjang tahun ini.

Pada 2025, sebanyak 54.800 orang di AS kehilangan pekerjaan akibat AI. 

Sementara itu, pada 2024, jumlahnya mencapai 12.700 orang. Pada 2023, jumlah kehilangan pekerjaan terkait AI tercatat sebanyak 4.200 orang.

Dalam dua tahun terakhir, jumlah PHK terkait AI tertinggi terjadi pada Mei 2026, ketika 38.600 orang kehilangan pekerjaan. Angka tersebut, disusul Oktober 2025 dengan 31.000 orang dan April 2026 dengan 21.500 orang.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.