05 April 2025

Get In Touch

Batuk-batuk Saat Pidato, Presiden China Dicurigai Terjangkit Corona

Presiden China Xi Jinping. (AFP)
Presiden China Xi Jinping. (AFP)

Dalampidatonya di Shenzhen untuk memaparkan kelanjutan pengembangan zona ekonomikhusus pertama China, Presiden China Xi Jinping terlihat seringkali batuk.

Hal itu, memicu spekulasijika saat ini kondisi kesehatannya sedang terganggu. Dugaan terinfeksi viruscorona pun muncul.

Para kritikus Beijing danmedia di China membahas soal kejadian itu.

Dalam sebuah artikeldengan judul "Xi Jinping batuk-batuk di acara Shenzhen," AppleDaily  sebuah surat kabar anti-China menuliskan saat pidato selama 50menit itu, dia sering berhenti untuk minum air dan batuk berulang kali. 

"Setiap kali Xi berhenti, siaran langsung dari CCTV penyiar negara bagianakan mengarahkan kamera ke tamu yang duduk di luar meja utama, tapi masih bisamenangkap suara batuk dan minuman Xi," kata surat kabar itu.

Epoch Times, dengan videoberjudul "Xi Jinping di Shenzhen bahkan langsung menuliskan catatan"Apakah dia terinfeksi ? "

Dan beberapa media Taiwanjuga mencatat "batuk hebat" yang dialami Presiden Xi Jinping.

CNN menuliskan, adabanyak alasan Xi untuk batuk tapi bukan karena penyakit. Misalnya, karenatenggorokannya mungkin kering, mengingat dia berbicara selama hampir satu jam.

Kedua, China juga umumnyamemiliki gedung ber AC yang dingin yang bisa memicu batuk.

"Penting juga untukdicatat bahwa China telah melaporkan kurang dari 100 kasus virus korona secaranasional dalam seminggu terakhir, membuat peluang Xi terinfeksi oleh pandemiyang telah membuat dunia terhenti, sangat tidak mungkin," tulis CNN.

Dikutip dari DailyMail, Pemimpin Komunis itu terdengar batuk berulang kali selama sepuluhmenit terakhir pidatonya itu.

TV pemerintah berulangkali memotong dari Xi selama serangan batuk, tetapi menangkap saat diamengangkat tangannya ke mulut.

Audio juga menangkapPresiden mengucurkan dan menyesap dari segelas air untuk melegakantenggorokannya.

Namun, kabarnya, rekamanitu disita oleh para kritikus Xi, terutama di Hong Kong, yang berspekulasitentang kesehatannya di tengah wabah virus korona.

Apple TV, media pro-HongKong, anti-Partai Komunis, dan stasiun TV Taiwan, keduanya menayangkan rekamantersebut, mencatat bahwa Xi 'batuk berulang kali'.

Episode itu, meskisingkat, memicu spekulasi bahwa Xi sedang tidak sehat di antara parapengkritiknya, dan bahkan ada dugaan bahwa dia bisa terkena virus corona. 

Tapi, kabar kemungkinan Xiterpapar virus corona disebut  sangat tidak mungkin, karena kasus covid-19di China sudah bisa ditekan. Namun, muncul juga alasan China menyensor batuknyaitu,  menunjukkan betapa sensitifnya masalah ini secara politik.

Para pejabat mengklaimtelah menguji 10 juta orang pada Kamis (15/10/2020), dan tidak mendeteksiadanya kasus tertular virus lagi.

Pidato Xi di Shenzhenmenandai peringatan 40 tahun bekas desa nelayan yang dinyatakan sebagai tempatpertama di China yang mengizinkan usaha bebas.

Dalam pidatonya, Xiberjanji untuk melonggarkan peraturan untuk mendorong industri baru (Ist).

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.