05 April 2025

Get In Touch

Air Terjun Ngleyangan, Destinasi Wisata Perawan Kabupaten Kediri

Air Terjun Ngleyangan, surga tersembunyi di lereng Gunung Wilis, Dusun Goliman, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Air Terjun Ngleyangan, surga tersembunyi di lereng Gunung Wilis, Dusun Goliman, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

KEDIRI (Lenteratoday) - Kabupaten Kediri makin kaya destinasi wisata air terjun. Selain air terjun Dolo, Ironggolo, dan Parijoto, ada satu lagi yaitu, air terjun Ngleyangan yang terletak di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 800 mdpl, air terjun dengan nama lain Sekartaji ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Air terjun Ngleyangan memiliki ketinggiansekitar 123 meter. Selain udaranya yang sejuk khas pegunungan, destinasi wisatayang satu ini tergolong masih perawan alias alami. Pepohonan tinggi dengandedaunan hijau tumbuh di sekelilingnya.

Konon ceritanya, Air Terjun Ngleyangan pernah dijadikan tempat bertapa seorang resi sakti. Pada tahun 1207, Dandang Gendis atau Sri Kertajaya Putra Mahkota Kerajaan Kediri, naik gunung Wilis untuk mengejar cintanya pada Dewi Amisani, anak Resi Brahmaraja.

Resi Brahmaraja seorang pertapa di masa ituyang hidup bersama putrinya Dewi Amisani. Kecantikan Dewi Amisani tersebar keseantero penjuru Kerajaan Kediri. Karena mengejar cinta dari sang pujaan hatiinilah yang membulatkan tekad Dandang Gendis, yang masih sebagai seorang putramahkota Kediri nekat kabur sendirian dari istana memasuki hutan belantara Wilisuntuk menemukan di mana tempat tinggal sang pujaan hatinya.

Lokasi air terjun Ngleyangan berada di DusunGoliman, Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dari pos pintumasuk, terpaut jarak kurang lebih 4 kilometer. Pengunjung bisa menjangkaudengan sepeda motor menyusuri jalan setapak. Tetapi disitulah letak daritantangan menuju lokasi air terjun tersebut.

Jalur tersebut biasanya dilalui masyarakatsetempat ketika pergi berladang dan mencari pakan ternak. Selain jalannya ditepi tebing, rutenya cukup berkelok-kelok dan melalui aliran sumber mata airberupa sungai kecil. Dengan mengendarai sepeda motor, pengunjung hanya bisamenjangkau hingga titik parkir sementara yang terpaut kurang lebih 1 kilometerdari air terjun.

"Dari titik terakhir parkir, kita bisa berjalan kaki menuju air terjun sejauh 1 kilometer. Medan jalannya memang cukup ekstrem, tetapi itu terbayarkan oleh keindahan air terjun Ngleyangan. Tak heran apabila pengunjung langsung berendam, setelah ngos-ngosan jalan kaki," kata Khamid, Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) setempat.

Dijelaskan Khamid, apabila pengunjungmengendai mobil pribadi hanya bisa menjangkau di titik akhir parkir kendaraan.Setelah itu mereka berjalan kaki sejauh 3 kilometer. Sepanjang perjalanan,mereka bisa menikmati keindahan alam Gunung Wilis sembari ditemani kicauanburung.

Sementara itu, di sekitar air terjun Ngleyangan kini sudah ada penjaja warung. Selain langsung nyebur ke kolam air terjun, mereka bisa beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah sembari minum kopi. Tetapi yang paling banyak, mereka langsung menuju air terjun dan melakukan swafoto untuk diunggah di media sosial masing-masing.

Di air terjun, pengunjung bisa merasakansensasi percikan air yang jatuh ke muka. Bila tak takut dingin, pengunjung bisajuga mandi di bawah air terjun yang punya sejuta cerita itu. (gos/adv)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.