06 April 2025

Get In Touch

Mulai Dibuka Kembali, Kampoeng Anggrek Kediri Batasi Pengunjung 1.500 Orang/Hari

Mulai Dibuka Kembali, Kampoeng Anggrek Kediri Batasi Pengunjung 1.500 Orang/Hari

KEDIRI (Lenteratoday) - Kalau di Kabupaten Blitar memiliki tempat wisata Kampoeng Coklat, di Kabupaten Kediri memiliki Kampoeng Anggrek. Ya, tempat wisata di area perkebunan asri di Lereng Gunung Kelud, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar ini merupakan kawasan wisata bunga, produksi, dan penjualan anggrek.

Sebelum pandemi, pengunjung Kampoeng Angrek bisa mencapai 3.000 orang/hari, terutama di hari Sabtu dan Minggu. Namun selama pandemi, Kampoeng Anggrek harus tutup seperti tempat wisata lain di Kabupaten Kediri.

Pada situassi normal, buka mulai Senin-Sabtu: pukul 08.00-16.30 WIB dengan tiket masuk Rp 10.000/orang. Khusus hari Minggu/Hari Libur: 08.00-17.00 WIB harga tiket lebih mahal Rp 12.000/orang. Namun sejak pandemiCovid-19, mulai pertengahan bulan Maret 2020-akhir September 2020, Kampoeng Anggrek ditutup total. Otomatis pemasukan dari tiket pengunjung dan pembelian anggrek, juga berhenti.

Kampoeng Anggrek Kabupaten Kediri memiliki berbgai koleksi, antara lain; phalaenopsis/anggrek bulan, vanda, catlea, onsidum, dan dendrobium. Keindahan bunga anggrek memang sudah mendunia.

Begitu banyak jenisnya, anggrek yang tenar dan menjadi favorit adalah anggrek bulan, urutan kedua dendrobium. Indonesia merupakan pemilik bunga anggrek dengan tingkat keanekaragaman terbesar kedua setelah Brazil. Ada 5.000-6.000 spesies anggrek di Indonesia dari total 26.000 spesies anggrek di dunia.

Satu tangkai anggrek bulan di Kampoeng anggrek dihargai Rp 125.000, sedangkan jenis lain harganya bervariasi mulai Rp 30.000-Rp 100.000-an.

Upaya tetap survive di tengah pandemi, pengelola Kampoeng Anggrek mulai berpikir keras bagaimana caranya tetap bertahan, maka sejak Mei 2020, pihak pengelola melakukan penjualan secara online.

Zaenudin, Direktur PT Anugrah Anggrek Nusantara, Pengelola Kampoeng Anggrek menjelaskan elama pandemi semua karyawan dialihkan ke produksi, yaitu mulai dari induk, persilangan, pengecambahan, laboratorium, pembibitan, sampai pembesaran.

“Kapasitas laboratorium sebetulnya mencapai 300.000 bibit/tahun. Tapi sekarang ini produksinya hanya 120.000 bibit/tahun atau 10.000 bibit/bulan,” kata Zaenudin, Jumat (23/10/2020).

Ditambahkan, selama pandemi Kampoeng Anggrek tidak ada pengunjung. Baru ketika Kabupaten Kediri masuk zona kuning, lanjut Zaenudin, pihaknya berkonsultasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Kediri dan sejak dua minggu lalu diperbolehkan buka, namun secara terbatas.

"Dari kapasitas 3.000 pengunjung/hari, saat ini hanya diperbolehkan separonya. Meski begitu mungkin saat ini hanya sekitar 500 pengunjung per hari. Kami menerapkan protokol kesehatan yang ketat,. Yang penting, kami bisa bertahan hidup," kata Zaenuddin. (gos/adv)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.