03 April 2025

Get In Touch

Malang Waspada Bencana Hidrometeorologi

Walikota Sutiaji memencet tombol tanda peringatan bencana di Kota Malang. (Sur)
Walikota Sutiaji memencet tombol tanda peringatan bencana di Kota Malang. (Sur)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kota Malang mempersiapkan segala kebutuhan menghadapi resiko bencana hidrometeorologi. Salah satunya dengan memasang alarm peringatan bencana.

Hal ini terkait peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Indonesia. Bencana hidrometeorologi merupakan bencana alam akibat dampak fenomena meteorologi seperti angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi.

"Alarm ini terpasang di 6 titik Kota Malang. Fungsinya untuk memberi peringatan warga tentang adanya situasi bencana yang ada di kota," terang Sutiaji, usai memimpin apel siaga bersama Forkopimda di Balai Kota Malang, Selasa (11/11/2020).

Walikota Sutiaji meninjau kesiapan peralatan BNPB Kota Malang. (Sur)

Walikota Malang, Sutiaji menambahkan jika saat ini prediksi perkiraan cuaca sudah tak bisa ditebak. "Karena mestinya hari-hari ini hujan sudah mulai merata. Mulai September hingga Desember seharusnya hujan turun setiap hari, tapi berdasarkan pengamatan pakar jika bulan-bulan ini perputaran alam yang akan mengakibatkan penumpukan hujan di bulan Desember sampai Januari," jelasnya.

Oleh karena itu Sutiaji berharap kepada Forkopimda maupun masyarakat Kota Malang, saling bahu membahu untuk membantu antar sesama. Baginya, dengan menggencarkan literasi pemahaman tentang tangkal dini terhadap bencana, setidaknya tahu cara meminimalisir menghadapi bencana hidrometeorologi.

"Jadi bisa tahu, oh kalau ada bencana ini saya harus ngapain, caranya seperti apa, cara menghadapinya seperti apa," pungkas Sutiaji. (Sur)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.