
MALANG (Lenteratoday) - Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi menyayangkan pembangunan di dua jalan utama Kota Malang secara bersamaan. Kedua pembangunan tersebut adalah di Jalan Basuki Rahmat untuk Kawasan Heritage Kayutangan dan di Jalan Mayjen Sungkono ada pengerjaan Jembatan Kedungkandang.
Anggota DPRD dari Dapil Klojen tersebut mempertanyakan detail konsep pembangunan dua ruas jalan utama itu. Karena selama ia berkeliling Kota Malang, kuantitas kendaraa cukup padat dan macet yang cukup parah dampak dari pembangunan tersebut.
"Ada yang salah dalam proses pembangunan ini, khususnya di dalam manajemen pelaksanaan pembangunan proyek. Disamping itu, masa sih Kota Malang ini bangun dan menutup jalan ini kok yo bareng-bareng, Sawojajar ditutup, sini ditutup, dampak dari pembangunan jembatan Kedungkandang belum selesai udah ditambahi lagi," ucap Arif, Selasa (11/11/2020).
Arif menyarankan, seharusnya pembangunan di Kayutangan bisa dipakai dengan sistem satu jalur. "Apakah enggak bisa dipakai sistem satu jalur dulu? Selesai satu jalur utara, sebelah timur, baru dilanjutkan di sebelah baratnya sehingga roda perekonomian di wilayah sini masih tetap jalan," sarannnya.
Dia juga menandaskan, dengan adanya pembangunan seperti itu, khususnya di areal Kayutangan, banyak ekonomi warga yang terdampak. Arif menilai selama ini banyak warga sekitar yang menggantungkan hidupnya lewat para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
"Seharusnya warga mendapatkan kompensasi dan itu baik, karena selama satu bulan setengah nggak kerja di wilayah ini. Diberi kompensasi kan baik, kemarin Covid dua Minggu aja di PSBB sudah warga berteriak seperti itu. Lah ini satu bulan setengah loh," tukasnya.
Arif berharap adanya solusi tepat untuk mengurai permasalahan ini. Terlebih dia tak ingin masyarakat merasa dirugikan dengan masifnya pembangunan di Kota Ngalam ini. "Saya akan datang ke Walikota menyampaikan bahwa manajemen proses pembangunan ini harus diperbaiki, jangan sampai merugikan masyarakat," pungkas Arif. (Sur)