
CIREBON (Lenteratoday) – Kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mendapat sorotan DPRD. Wakil rakyat ini menilai, tahun 2020 investasi di Kota Cirebon minim karena pemerintah kurang serius.
“Investasi di Kota Cirebon tahun ini tergolong minim. Kami ingin investasi kembali digenjot,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto.
Tunggal mengatakan, secara umum mengakui kalau lambatnya investasi karena terpengaruh Pandemi Covid-19. Meski demikian, ia meminta Pemkot lebih serius untuk meningkatkan investasi. "Pandemi Covid-19 memang menjadi faktor yang memengaruhi kondisi investasi di Kota Cirebon," ujarnya.
Ia mengatakan, diperlukan pemberlakuan layanan perizinan yang memudahkan untuk mendongkrak investasi, misalnya melalui sistem Online Single Submission (OSS). Jika layanan perizinan semacam itu diterapkan, maka pihaknya meyakini akan mendatangkan banyak investor ke Kota Udang.
Namun, mereka tetap menaati aturan yang berlaku dalam berinvestasi di Kota Cirebon. "Kalaupun dibutuhkan perda untuk mengaturnya, silakan mengusulkan, dan kami siap menyusun bersama," tegas Tunggal.
Sementara Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cirebon, Hanry David, mengatakan, layanan OSS akan memudahkan investor dalam menempuh perizinan. Namun, Hanry mengakui dibutuhkan perda sebagai regulasi yang mengatur pelayanan tersebut.
Pihaknya berharap, layanan OSS dapat diterapkan di Kota Cirebon mulai tahun depan.
"Untuk nilai investasi pada tahun ini baru mencapai 78 persen dari target Rp 500 miliar," kata Hanry David.(ST1)