03 April 2025

Get In Touch

Modal Rp50 Ribu, UKM Sambal Surabaya Mampu Tembus Pasar Amerika

Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT juga tertarik untuk datang dan melihat secara langsung produk sambal Surabaya yang mampu menembus pasar Amerika
Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT juga tertarik untuk datang dan melihat secara langsung produk sambal Surabaya yang mampu menembus pasar Amerika

SURABAYA (Lenteratoday) – Pengembangan usaha tidak harus diawali dengan modal besar. Dengan modal kecil-pun, usaha bisa berkembang dengan baik bahkan sampai melakukan ekspor produk-produk yang dimiliki.

Fakta inilah yang dialami Susilaningsih, Owner Dede Satoe (DD1) Surabaya. Dengan tekat semangat dan keinginan untuk bisa mengekspor hasil olahannya, ia berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi salah satu UKM di Surabaya yang mampu mengekspor prodak-nya, berupa sambal Surabaya. Tidak mudah memang untuk bisa sampai ke titik tersebut, butuh perjuangan panjang supaya prodak yang dimiliki bisa terekspor secara lancar.

Susi panggilan akrab Susilaningsih menuturkan, untuk bisa sampai melakukan ekspor barang, kunci utama yang harus dilakukan adalah dengan ketekunan dan keuletan, serta niat untuk bisa berkembang dengan baik. “Bayangkan saya itu awalnya modal Rp50 ribu, lombok saya ulek. Namun dipemikiran saya, ini harus berkembang terus,” tuturnya.

Niatan tersebut mulai membuahkan hasil, sedikit demi sedikit permintaan mengalami peningkatan, hingga suatu saat terfikir untuk melakukan ekspor. Pemikiran ini muncul karena saat itu di Amerika masih jarang sekali sambal dari Indonesia. Artinya pasar masih sangat besar, sedangkan peminat sambal di Amerika cukup tinggi. Akhirnya diputuskan mengurus semu kebutuhan yang berkaitan dengan ekspor.

“Standar internasional prodak yang bisa di ekspor saya lengkapi, termasuk perizinan-perizinan yang dibutuhkan. Termasuk QMS/528 Certified for SNI ISO 9001-2008, sertifikat mutu internasional harus ada,” ujarnya.

Proses ekspor-pun terjadi, permintaan meningkat. Bahkan, imbas dari penjualan yang meningkat dan dilakukan secara kontinuitas, berbagai penghargaan diperoleh, mulai dari Gubernur Jawa Timur hingga Presiden RI, Joko Widodo. “Saya dianggap sebagai UKM yang berhasil. Pak Presiden juga memberikan penghargaan,” ungkap dia.

Bahkan, Universitas Surabaya (Ubaya) tertarik menjadi partner dengan meluncurkan Education Store (Edustore) Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Dede Satoe (DD1). Edustore UKM Dede Satoe ini merupakan salah satu karya hibah pengabdian yang diperoleh tim Ubaya dari Kemenristek/BRIN dalam skema Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD).

Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT juga tertarik untuk datang dan melihat secara langsung Edustore. Sebab, nama Edustore sudah melambung. “Saya kalau melihat UKM berkembang sangat senang,” katanya.

Benny ingin DD1 ini berkembang dengan baik, karena nama yang dibawa bukan hanya Surabaya melainkan Indonesia. “Kalau perlu dapatkan penghargaan dari Presiden Amerika atau PBB,” ucap dia.

Yenny Sugiarti, Ketua Tim PPUD Ubaya mengatakan, Edustore Dede Satoe  merupakan toko yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi serta melakukan transaksi penjualan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk setiap pengunjung sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar. Adanya Edustore membuat pengunjung maupun masyarakat menjadi lebih percaya pada kualitas produk dengan mengetahui proses pembuatan secara langsung yang mengutamakan kemanan pangan.

“Sasaran dari Edustore ini adalah siswa, mahasiswa, warga sekitar terutama ibu-ibu, pemilik UKM dan startup business yang ingin belajar kewirausahaan. Dengan adanya Edustore, pengunjung diberi informasi bagaimana cara berwirausaha, menjalankan bisnis mulai dari awal, hingga berkembang sampai menuju pasar ekspor,” ucapnya.

Ia menerangkan, program ini juga menyediakan pengalaman kunjungan onsite yaitu Edustore Trip. Adanya paket Edustore Trip ini agar pengalaman pemilik UKM dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya dapat ditularkan kepada mahasiswa yang ingin belajar start-up atau pemberdayaan wanita untuk mampu berwirausaha. Edustore juga akan menampung produk-produk dari berbagai UKM sekitar yang belum memiliki toko penjualan offline sehingga nantinya bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.(ST1)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.